Untitled Document
Jumat , 04 September 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Pemda KSB Gelontorkan 70 Ton Bibit Rumput Laut untuk Petani Kertasari
Senin, 20 Oct 2025 - Sumber: https://lombok.tribunnews.com/ - Terbaca 719 x - Baca: 04 Sep 2026
 
SUMBAWA BARAT – Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali mengalokasikan bantuan sebanyak 70 ton bibit rumput laut untuk petani di Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang. Bantuan tersebut dijadwalkan mulai disalurkan pada Desember 2025 mendatang.

Kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, mengatakan langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memulihkan produktivitas budidaya rumput laut yang sempat gagal panen akibat perubahan cuaca dan kondisi alur laut.

“Tahun 2025 ini kami kembali mengalokasikan sekitar 70 ton bibit rumput laut untuk ditanam di Kertasari. Pendampingan akan dilakukan secara intensif agar hasilnya lebih baik."

Sebelumnya, Dinas Perikanan telah menyalurkan bantuan uji coba bibit kepada 10 petani Kertasari. Namun, hasilnya belum optimal karena bibit tidak tumbuh dengan baik.

Berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Perikanan (BPM3P) Provinsi Jawa Timur, kualitas ekosistem perairan Kertasari dinyatakan masih dalam batas aman untuk budidaya.

Hasil uji menunjukkan kandungan arsenik atau logam berat di perairan Kertasari hanya 0,0002 miligram per liter, sedangkan Coliform Membrane Filter (CFU) tercatat 30 CFU per 100 mililiter air laut.

“Hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas air di Kertasari masih kategori aman. Kandungan logam berat berbahaya seperti Cd, Pb, Hg, dan Sn tidak terdeteksi. Jadi, faktor utama kegagalan bukan pada kualitas air,” jelas Noto.

Uji mutu tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2003 tentang standar kualitas air minum dan air higiene berdasarkan standar nasional.

Meski kualitas air dinyatakan aman, Dinas Perikanan menemukan faktor geografis sebagai kendala utama. Perairan Kertasari memiliki bentuk cekung dan terhalang pulau di depannya, sehingga arus laut menjadi lemah dan menghambat sirkulasi air.

“Alur air laut di Kertasari tidak terlalu kuat karena bentuk perairannya cekung dan tertutup. Itu yang membuat pertumbuhan rumput laut menjadi lambat,” kata Noto.

Berbeda dengan kawasan Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano, yang memiliki arus laut lebih kuat dan kontur perairan datar tanpa hambatan pulau, sehingga mendukung pertumbuhan rumput laut yang lebih cepat.
 
 
 
More Berita
 
1 . Jasuda Jajaki Teknologi dan Hilirisasi Rumput Laut di Bogor
  Jumat, 04 Sep 2026-Irna Aswanti Ibrahim & Dian Maya Sari - Terbaca 13 x
2 . Rumput Laut Sarawandori Berpotensi Jadi Sentra Hilirisasi Ekonomi Papua
  Kamis, 03 Sep 2026-https://cenderawasihpos.jawapos.com/ - Terbaca 17 x
3 . CV Posko Jasuda Jadi Narasumber BI Bahas Hilirisasi Rumput Laut
  Jumat, 28 Aug 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 53 x
4 . Rumput Laut dan Agar-Agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Perluas Pasar
  Senin, 24 Aug 2026-https://www.suarasurabaya.net/ - Terbaca 78 x
5 . Rumah Gracilaria Unggul Dikembangkan untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut
  Rabu, 19 Aug 2026-https://zetizens.id/ - Terbaca 102 x
6 . Kolaborasi Jasuda dan UNHAS, Kembangkan Teknologi Kemasan Cerdas
  Jumat, 14 Aug 2026-Dian Maya Sari & Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 94 x
7 . Produksi Rumput Laut Cenderung Menurun
  Senin, 10 Aug 2026-https://suarantb.com/ - Terbaca 111 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Tim Mahasiswa UAD Teliti Potensi Rumput Laut untuk Bahan Bakar Kapal
  Kamis, 03 Sep 2026 - https://www.kompas.com/ - Terbaca 18 x
2 . Fenomena Edible Packaging: Kemasan Ramah Lingkungan Berbahan Rumput Laut
  Senin, 24 Aug 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 62 x
3 . FIKP Unhas Kembangkan Bibit Rumput Laut Unggul Penghasil Bahan Industri
  Rabu, 19 Aug 2026 - https://www.identitasunhas.com/ - Terbaca 78 x
4 . Analisis Mutu dan Antioksidan Abon Rumput Laut Ulva lactuca
  Senin, 10 Aug 2026 - Yuliati H. Sipahutar dkk. - Terbaca 103 x
5 . Siapa Sangka Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan Bisa Diolah Jadi Pupuk Organik, Tanaman Makin Subur!
  Rabu, 05 Aug 2026 - https://www.goodnewsfromindonesia.id/ - Terbaca 126 x
6 . Sargassum Jadi Ekoenzim Bernilai Tambah
  Rabu, 29 Jul 2026 - https://trubus.id/ - Terbaca 141 x
7 . Rumput Laut Homemade
  Rabu, 22 Jul 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 168 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,662,362 Kali
Member JaSuDa 10,783 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin