Untitled Document
  Sabtu , 23 Februari 2019 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Sempat Turun di Awal Tahun, Ekspor Rumput Laut Indonesia Bakal Membaik
 
Senin, 25 Jun 2018 - Sumber: http://amp.kontan.co.id/ - Terbaca 36 x - Baca: Feb 06 2019    
 
JAKARTA. Pertumbuhan industri rumput laut masih tergantung pada ekspor. Kini industri yang sempat terseret oleh isu delisting dari daftar makanan organik Amerika Serikat dipercaya bakal membaik.

Safari Azis, Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia menjelaskan, pada awal tahun 2018, ekspor rumput laut Indonesia sempat mengalami penurunan. Padahal dari seluruh produk perikanan, rumput laut menduduki peringkat ketiga ekspor tertinggi.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, ekspor komoditas berbahan dasar rumput laut pada empat bulan pertama tahun 2018 terkoreksi tajam. Pada periode Januari-April 2018, volume ekspor produk rumput laut turun 42,16% menjadi 10,64 juta kilogram dan nilainya turun 27% menjadi US$ 9,24 juta.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, ekspor komoditas berbahan dasar rumput laut pada empat bulan pertama tahun 2018 terkoreksi tajam. Pada periode Januari-April 2018, volume ekspor produk rumput laut turun 42,16% menjadi 10,64 juta kilogram dan nilainya turun 27% menjadi US$ 9,24 juta.

"Awal tahun ini memang turun karena banyak aspek yang mempengaruhi pasar. Pasar di China pada Februari sempat lesu, kemudian ada masalah internasional dan dalam negeri serta ancaman yang tidak pro pada kelancaran perdagangan rumput laut kita," kata Safari saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (21/6).

Ketidaklancaran tersebut utamanya karena wacana delisting produk agar-agar dan carrageenan dari daftar produk organik milik AS. Padahal kedua produk tersebut umumnya digunakan untuk bahan campuran minuman kesehatan, kosmetik dan banyak lagi. Namun berkat upaya dari pengusaha dan sejumlah asosiasi rumput laut, potensi delisting tersebut berhasil diurai dan produk rumput laut Indonesia dinyatakan aman untuk ekspor ke AS.

Namun demikian, Safari meminta agar pemerintah dan pengusaha tidak serta-merta merasa aman dengan kondisi ini. Pasalnya evaluasi yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) dilakukan rutin lima tahun sekali, sehingga Indonesia harus memastikan tidak akan mengalami kericuhan yang sama di waktu mendatang.

"Soalnya saat isu delisting itu keluar, pasar rumput laut kita memang sempat tergoncang," kata Safari.
Tak hanya soal delisting, Safari juga melihat tantangan lain dalam industri rumput laut nasional adalah pada pengembangan pabrik dalam negeri. Menurutnya, pemerintah kini masih setengah-setengah dalam mengembangkan hilirisasi rumput laut.

"Pengolahan dan pemberian nilai tambah itu tidak semudah itu, dan mencari investasi juga tidak mudah. Karena rumput laut itu digarap langsung petani dan untuk mengembangkan pabrik membutuhkan modal besar yang tidak banyak yang tertarik," jelanya.

Safari juga menambahkan bila pemerintah benar-benar ingin meningkatkan hilirisasi rumput laut dalam negeri, maka sejatinya jangan sampai melakukan penghalangan ekspor rumput laut. Pasalnya bila berkaca dengan pengembangan industri kakao yang mengakibatkan adanya pungutan bea ekspor kakao yang terlampau besar sehingga mengakibatkan minat petani kakao turun.

Khawatirnya hal serupa juga bisa terjadi dalam proses hilirisasi rumput laut, ataupun komoditas lainnya.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Pasang Laut, Kadar Garam Tinggi, Petani Rumput Laut Merugi
  Senin, 18 Feb 2019-https://radarsurabaya.jawapos.com/ - Terbaca 10 x
Menteri Susi Cari Pasar Alternatif untuk Ekspor Rumput Laut
  Senin, 11 Feb 2019-https://economy.okezone.com/ - Terbaca 10 x
Pertemukan Inovator Produk dan Industri Rumput Laut, Pemerintah Buat Platform Jejaring Digital
  Senin, 04 Feb 2019-https://maritim.go.id/ - Terbaca 1 x
Rumput Laut Tetap Layak Dibudidayakan di Nusa Penida
  Senin, 28 Jan 2019-https://balitribune.co.id/ - Terbaca 16 x
Nunukan Ekspor Perdana Rumput Laut ke Korea Selatan
  Senin, 21 Jan 2019-https://m.republika.co.id/ - Terbaca 10 x
Budi Daya Rumput Laut Lamsel Kembali Bergairah
  Senin, 14 Jan 2019-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 14 x
Dampak Cuaca Buruk, Pencari Rumput Laut Tersendat
  Senin, 07 Jan 2019-http://gunungkidulpost.com/ - Terbaca 17 x
Jepang Budidaya Tiram dan Rumput Laut di Banda Aceh
  Senin, 31 Dec 2018-https://www.cendananews.com/ - Terbaca 6 x
Kembalikan Kualitas Rumput Laut, Pemerintah Bikin Demplot
  Selasa, 25 Dec 2018-http://www.balipost.com/ - Terbaca 12 x
Produksi Rumput Laut di Serang mencapai 17 Ribu Ton
  Senin, 17 Dec 2018-https://banten.antaranews.com/ - Terbaca 10 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
Permata Regency, Sudiang, Makassar
Mobile phone: +62 811-4443-738
Email :
team@jasuda.net
 
Statistik Website
Kunjungan 462,705  Kali
Jumlah Anggota 10,021 Org
Buku Tamu / Promosi 781  lihat
Konsultasi Online 2736  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin