Program prioritas dan strategis ini berfokus pada pengembangan teknologi pengolahan pascapanen melalui implementasi Sistem Pengeringan Golden Seaweed dengan Metode Forced Convection Tertutup. Program dua tahun ini dirancang untuk meningkatkan Tingkat Kesiapan Teknologi dari TKT 6 menuju TKT 9, dengan fokus utama mengoptimalkan proses pengeringan komoditas Golden Seaweed agar menghasilkan mutu produk yang konsisten dan efisien. Pada Tahun I (2026), kegiatan ditargetkan mencapai TKT 7 yang meliputi perencanaan desain, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), serta pembuatan dan uji coba fungsional prototipe pengering tertutup dengan blower sebanyak 10 kali pengukuran. Memasuki Tahun II (2027), sistem ditingkatkan menuju TKT 9 dengan menambahkan panel surya sebagai sumber energi terbarukan, melakukan optimasi operasi rutin, menyusun dokumen Kelayakan Usaha (Feasibility Study), serta memproses sertifikasi produk dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Implementasi program ini dijalankan secara kolaboratif melalui pembagian peran yang terstruktur antara tim peneliti perguruan tinggi dan mitra industri. Tim peneliti bertanggung jawab penuh atas perancangan ilmiah, pembuatan desain rekayasa alat, pelaksanaan uji laboratorium, analisis data teknis, serta penyusunan dokumen legalitas dan artikel ilmiah. Di sisi lain, mitra industri berperan aktif menyediakan data spesifikasi proses, memfasilitasi lokasi penempatan alat dan panel surya, menyediakan bahan baku rumput laut beserta peralatan pendukung operasional, serta membantu validasi kinerja di lapangan produksi. Kerja sama ini juga didukung oleh mekanisme evaluasi berkala, di mana monitoring teknis internal sebagian besar dilakukan secara daring, sedangkan evaluasi eksternal melibatkan penilaian performa langsung oleh industri serta visitasi tim reviewer lembaga pendana.
Dalam perjalanannya, penyesuaian anggaran dilakukan secara masif untuk menyelaraskan kapasitas riil dan keterbatasan lahan di fasilitas produksi mitra. Desain mesin pengering yang semula ditargetkan untuk skala industri besar disederhanakan dimensinya menjadi lebih ringkas tanpa penggerak otomatis, serta beralih menggunakan material rangka baja dan plastik polikarbonat. Komponen pendukung seperti baki (tray) dan alat pencuci dioptimalkan dengan memanfaatkan aset yang sudah dimiliki oleh mitra. Selain itu, efisiensi anggaran dilakukan dengan memangkas frekuensi perjalanan dinas tim peneliti melalui sistem kunjungan bergantian serta mengalihkan sebagian besar agenda rapat koordinasi menjadi pertemuan daring demi memastikan program tetap berjalan efektif dan hemat biaya. |