Untitled Document
  Jumat , 25 September 2020 Login
Bank Transfer Konfrimasi Transfer Download
home profil berita Layanan Produk Layanan Jasa Informasi Pasar Komunitas Galery Tentang Kami
Berita > Detail Berita
   
Untitled Document
BERITA
LITBANG
PUBLIKASI
DATA PELABUHAN
LOWONGAN KERJA
 

 

 
BERITA RUMPUT LAUT
 
Rumput Laut Indonesia Terus Berjuang untuk Produksi bagi Dunia
 
Senin, 01 Jun 2020 - Sumber: https://www.mongabay.co.id/ - Terbaca 8 x - Baca: Jun 06 2020    
 
Pandemi global yang diakibatkan wabah COVID-19, diharapkan tak memengaruhi kinerja produksi rumput laut secara nasional. Komoditas andalan untuk subsektor perikanan budi daya tersebut, setiap tahunnya selalu menjadi komoditas yang menyumbangkan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor perikanan secara nasional.

Direktur Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan, dengan kondisi darurat kesehatan yang sedang terjadi di Indonesia sekarang, Pemerintah sangat berharap bahwa rumput laut bisa berkontribusi terhadap kinerja ekspor secara nasional.

“Aktivitas rumput laut diharapkan turut menyumbang devisa di tengah dampak ekonomi akibat COVID-19 yang memengaruhi kinerja ekonomi nasional,” ucapnya di Jakarta belum lama ini.

Kinerja positif rumput laut, akan mempercepat rencana Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan industrialisasi secara nasional. Dengan industrialisasi, pengembangan bisa semakin mudah dilakukan karena akan ada keterlibatan lintas sektoral di dalamnya.

Menurut Slamet, industrialisasi rumput laut nasional menjadi amanah dari Peraturan Presiden RI Nomor 33 Tahun 2019 tentang Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Industri Rumput Laut Nasional Tahun 2018-2021. Dengan panduan tersebut, maka lintas sektoral akan bisa ikut terlibat dalam pengembangan rumput laut secara nasional.

“Mulai dari proses produksi di hulu, sampai ke proses pengolahan dan pemasaran yang ada di hilir, itu akan ada dalam industrialisasi rumput laut nasional,” jelasnya.

Di tengah kondisi seperti sekarang, Slamet tetap optimis bahwa rumput laut bisa menjalankan perannya sebagai tulang punggung perikanan budi daya nasional. Dengan demikian, kegiatan ekonomi perikanan juga akan tetap berjalan walau banyak akses yang tertutup akibat kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Selain rumput laut, sumbangan devisa juga diharapkan tetap ada dari ekspor komoditas andalan lain yang berasal dari subsektor perikanan budi daya seperti kerapu (Epinephelus), udang (Caridea), dan beberapa komoditas lainnya.

Diketahui, Indonesia adalah negara yang diuntungkan karena diapit dua samudera besar, yakni Hindia dan Pasifik. Dengan posisi strategis itu, potensi sumber daya rumput laut yang ada di wilayah perairan Indonesia menjadi sangat besar.

Penguasa Dunia

Sebagai bagian dari segi tiga karang (coral triangle) dunia, Indonesia memiliki setidaknya 550 jenis varian rumput laut bernilai ekonomis tinggi. Termasuk, salah satunya adalah jenis rumput laut bernilai tinggi, Eucheuma cottoni yang diperkirakan nilai total potensinya di Indonesia mencapai USD10 miliar per tahun.

Merujuk data yang dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada 2019, Indonesia menjadi produsen nomor satu di dunia untuk rumput kaut jenis Eucheuma cottoni dan menguasai lebih dari 80 persen pasokan untuk dunia.

Untuk jenis tersebut, Indonesia sudah berhasil melakukan pengembangan dengan teknologi kultur jaringan melalui kerja sama antara KKP dengan Seameo Biotrop Bogor. Dengan kultur jaringan, jenis rumput laut unggulan tersebut, diharapkan akan bisa stabil dan tahan terhadap serangan penyakit.

Secara umum, pada 2019 nilai ekspor rumput laut Indonesia mencapai USD324, 84 juta atau tumbuh 11,31 persen dibandingkan pada 2018 yang mencapai USD291, 83 juta. Selama rentang waktu 2014-2019, ekspor rumput laut nasional juga tercatat tumbuh rerata per tahun sebesar 6,53 persen.

Sementara, untuk produksi rumput laut nasional hasil budi daya, pada 2018 tercatat sukses mencapai angka 10,18 juta ton. Untuk produksi pada 2020 atau tahun ini, KKP menargetkan produksi bisa mencapai 10,99 juta ton dan diproyeksikan mencapai 12,33 juta ton pada 2024.

Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 33 Tahun 2019, Rumput Laut Indonesia diharapkan bisa menjadi pemimpin untuk pasar global pada 2021, khususnya industri karagenan dan agar-agar. Target itu diharapkan bisa berjalan baik, seiring dengan pengembangan rumput laut sebagai komoditas andalan di banyak daerah.

Agar bisa mencapai target yang ditetapkan, Pemerintah telah membentuk kelompok kerja (Pokja) untuk melakukan percepatan industrialisasi nasional. Kemudian, untuk mendorong hal tersebut, KKP telah menyusun peta jalan percepatan produksi rumput laut nasional.

Diketahui, pada akhir April ekspor rumput laut jenis Spinosum dalam bentuk bahan baku mentah (raw material) yang kering berhasil dilaksanakan Pemerintah Indonesia di Serang, Banten dengan mengirimkan rumput laut seberat 53,5 ton atau senilai Rp700 juta. Kegiatan tersebut dilakukan di tengah situasi darurat kesehatan akibat COVID-19.

Rumput laut jenis Spinosum sendiri merupakan jenis alga merah yang nilai manfaatnya cukup besar, sehingga sangat potensial didorong untuk menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor selain jenis Eucheuma cottoni. Kedua jenis tersebut saat ini sudah bisa dikembangkan secara massal di Indonesia.

Di antara upaya untuk meningkatkan produksi rumput laut, Pemerintah Indonesia menggandeng Pemerintah Australia melalui program kerja sama pembangunan di bidang pengembangan sistem pasar dengan dukungan teknis dari Yayasan Kalimajari, yakni sebuah organisasi lokal yang fokus pada pemberdayaan masyarakat.
 
 
 
 
 
More Berita
 
Pariwisata Lumpuh, Pemkab Klungkung Siap Stabilkan Harga Rumput Laut di Nusa Penida
  Senin, 21 Sep 2020-https://amp.wartaekonomi.co.id/ - Terbaca 5 x
Potensi, Produksi, dan Prospek Rumput Laut di Indonesia
  Senin, 14 Sep 2020-https://bulelengkab.go.id/ - Terbaca 18 x
Produksi Rumput Laut di NTT Capai 1,8 Juta Ton Per Tahun
  Senin, 07 Sep 2020-https://m.akurat.co/ - Terbaca 10 x
Harga Rumput Laut Anjlok Akibat Pandemi, Petani di Polman Meradang
  Senin, 31 Aug 2020-https://m.detik.com/ - Terbaca 13 x
Pelaku Wisata Bali Beralih Profesi Jadi Petani Rumput Laut
  Senin, 24 Aug 2020-https://m.republika.co.id/ - Terbaca 0 x
Prof La Ode Muh. Aslan Perkenalkan Keunggulan Produk Rumput Laut
  Senin, 17 Aug 2020-https://rakyatpostonline.com/ - Terbaca 1 x
Produksi Rumput Laut Parigi Moutong Menurun Akibat Cuaca Buruk
  Senin, 10 Aug 2020-https://sulteng.antaranews.com/ - Terbaca 12 x
NTT Salurkan Peralatan Budi Daya Rumput Laut ke 4.050 Orang
  Rabu, 05 Aug 2020-https://m.medcom.id/ - Terbaca 7 x
Petani Serang Utara Ekspor Rumput Laut Senilai Rp1 Miliar
  Senin, 27 Jul 2020-https://fin.co.id/ - Terbaca 9 x
Untuk Pertama Kali, Rumput Laut Kaltim Tembus Pasar Korea Selatan
  Senin, 20 Jul 2020-https://m.antaranews.com/ - Terbaca 0 x
 
 
     
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
Layanan Produk
 
Cara Pemesanan
Trade Data
China Study
Buku Eucheuma
Modul Pelatih
Modul Petani
Modul GMP
Peta GIS
Monograph
Buku Member
 
Layanan Jasa
 
Mitra Utama
Mitra Pelatihan
Konsultasi Online
Promosi - Buku Tamu
Pengembangan Website
Pasang Iklan
 
Team
 
Dr. Iain C. Neish
Irsyadi Siradjuddin
Boedi Julianto
Dina Saragih
Dedi Kurniadi
 
Alamat Kantor
JaSuDa Team
POSKO UKM JaSuDa
Ruko Hasanuddin Commercial Center Blok A.11
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 09. Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
Statistik Website
Kunjungan 500,386  Kali
Jumlah Anggota 10,244 Org
Buku Tamu / Promosi 806  lihat
Konsultasi Online 2758  lihat
 
             
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2014. Supported by Ford Foundation.
Developed by Irsyadi Siradjuddin