Program prioritas dan strategis hilirisasi Sistem Smart Grading Berbasis Sensor, Artificial Intelligence (AI), dan Traceability dalam Trading Rumput Laut dirancang melalui kolaborasi erat berprinsip co-development dan industry-driven innovation. Proyek yang berjalan selama tiga tahun ini mengintegrasikan peran perguruan tinggi sebagai pengembang inti teknologi dan mitra industri sebagai validator sekaligus pengguna utama di lapangan produksi. Target utama program adalah mengantarkan kematangan teknologi dari TKT 6 menuju komersialisasi penuh di TKT 9, dengan fokus menyempurnakan akurasi penilaian mutu otomatis serta transparansi data ketertelusuran digital pada rantai pasok perdagangan rumput laut.
Pada Tahun I, kegiatan diprioritaskan pada penguatan prototipe dan integrasi awal guna mengejar target TKT 7. Aktivitas dimulai dengan mengoptimalkan perangkat keras sensor, memperluas dataset mutu mitra untuk melatih model AI, mengintegrasikan database traceability, hingga melaksanakan uji coba lapangan skala terbatas atau proyek pilot di fasilitas industri. Memasuki Tahun II, fokus dialihkan pada validasi sistem dan pra-komersialisasi menuju TKT 8. Pada fase ini, tim melakukan penyempurnaan algoritma AI melalui fine tuning, meningkatkan reliabilitas instrumen operasional, menyusun dokumen SOP serta manual penggunaan bagi operator, sekaligus mengintegrasikan dashboard pemantauan mutu secara langsung dengan alur operasional dan sistem ERP komersial milik mitra.
Tahun III menjadi tahap akhir yang berfokus pada implementasi industri penuh dan hilirisasi teknologi menuju TKT 9. Kegiatan difokuskan pada validasi performa jangka menengah, penyesuaian kapasitas untuk penerapan di banyak lokasi pabrik (multi-site deployment), serta pelatihan intensif bagi manajemen dan operator industri agar sistem dapat dijalankan secara mandiri. Di samping itu, dilakukan pula evaluasi dampak ekonomi secara menyeluruh dan finalisasi model bisnis, baik melalui skema lisensi maupun peluang pengembangan unit usaha baru (spin-off) demi memastikan keberlanjutan adopsi teknologi secara luas. Dalam pelaksanaannya, perguruan tinggi memegang tanggung jawab penuh atas rekayasa perangkat keras, pengembangan algoritma computer vision, analisis data teknis, dan penyusunan dokumen legalitas komersial. Sementara itu, mitra industri berkomitmen menyuplai data spesifikasi mutu operasional, menyediakan sampel produk, serta memfasilitasi lokasi pabrik untuk uji lapangan. Pengawasan program didukung oleh mekanisme monitoring berlapis yang meliputi rapat koordinasi bulanan, laporan kemajuan triwulan, dan evaluasi dampak nyata di lapangan. |