
MULAILAH DENGAN...
Budidaya rumput laut di Indonesia, telah dilakukan terhadap beberapa jenis rumput laut, misalnya jenis sacol yang terlihat seperti kembang kol, glacilaria yang ditanam dalam empang dan jenis yang terkenal dengan nama cottonii. Pada umumnya, pembudidayaan rumput laut yang dilakukan petani adalah budidaya sistem ?bedde? (bahasa Makassar) yang harfiahnya berarti ?kata orang?, maksudnya sistem kata orang begini, atau kata orang begitu, tapi sesungguhnya sistem penanaman yang digunakan itu tidak mencapai hasil yang seharusnya bisa diperoleh.
Jika saja dalam melakukan budidaya rumput laut petani mau mencoba membuat lebih dulu ris atau bentang percobaan maka ada banyak hal yang bisa dimaksimalkan secara intensif maupun ekstensif.
Dalam rangka mencapai hasil maksimal dari penanaman rumput laut jenis cottonii pada bulan Nopember 2005 ? Januari 2005 di kampung Belang, Sulawesi Utara dibuat sebuah plot ris percobaan yang dikerjakan bersama oleh petani rumput laut di daerah itu dengan pendampingan teknis dari PEP Project ? CIDA oleh Mr. John Carter.
Dalam plot ris/bentang percobaan itu, dibuat percobaan pemeliharaan rumput laut dengan memakai perbandingan antara kedalaman, jarak antara satu bibit dengan bibit lainnya, besar bibit, jarak dari batas tepi karang, dan jumlah bibit dalam satu titik tanam atau jumlah pengikat dalam satu titik tanam juga berapa lama rumput laut seharusnya ditanam. Dan inilah saran-saran yang bisa didapatkan dari plot ris/bentang percobaan itu:
1.Buatlah jarak yang cukup di antara setiap ikatan bibit dalam satu tali, kurang lebih 20 - 30 cm
2.Sebaiknya tidak meletakkan bibit terlalu dalam di bawah permukaan air laut. 15 - 20 cm di bawah permukaan laut adalah kedalaman yang baik untuk menanam rumput laut.
3.Mulailah menanam dengan menggunakan jumlah bibit yang besar untuk setiap ikatannya. Sekitar 200 ? 300 gram perikat.
4.Pilihlah lokasi penanaman yang jauh dari karang setidaknya 50m dari batas tepi karang.
5.Dengan menimbang tanaman 2 minggu sekali, bisa diketahui kapan waktu terbaik untuk melakukan panen. Pada plot bentang percobaan di kampung Belang, saat panen yang terbaik adalah ketika tanaman berumur 5-6minggu (35-42 hari)
Percobaan Pertama: Berdasarkan Jarak Tanam Setiap Ikatan
Percobaan Pertama terdiri dari 3 kelompok. Kelompok pertama merupakan percobaan yang jarak tanam setiap ikatan dalam satu tali adalah 30 cm. Kelompok kedua berjarak 20 cm dan kelompok ketiga berjarak 10 cm. Setiap kelompok memulai penanaman pada waktu yang bersamaan. Setiap kelompok juga menggunakan bibit dalam jumlah sama pada saat penanaman yaitu 100 gram dan pada kedalaman yang sama yaitu pada 10 ? 15 cm di bawah permukaan laut. Apa yang terjadi pada minggu keenam setelah penanaman ? Lihat tabel pertama dibawah ini.
Percobaan kedua: Untuk hasil percobaan kedua dapat dilihat pula pada tabel kedua dibawah ini.