
Saat rumah-rumah pada umumnya memiliki atap yang terbuat dari genteng atau asbes biasa, rumah di pulau Laesoe ini terbuat dari rumput laut kering.
Semua ini terjadi karena ketamakan penduduk Laesoe yang tidak pernah sekalipun punya keinginan untuk melestarikan alam tempat tinggal mereka.
Hutan tidak bisa melakukan regenerasi dengan cepat, ini yang menyebabkan hutan Laesoe lama-kelamaan gundul.
Penduduk pulau sepertinya terlambat menyadari pentingnya jajaran pohon dalam kehidupan mereka.
Atapnya dibuat dari eelgrass (rumput laut) yang mampu mengeras kalau menyerap kandungan garam.
Eelgrass bisa dibilang merupakan penyelamat penduduk Laesoe karena atap ini sangat kokoh dan kuat bahkan tahan api.
Atap eelgrass dibuat secara alami dan bisa tahan hingga ratusan tahun.
Untuk setiap satu meter eelgrass, berat atapya bisa mencapai 300kg.
Saat ini Laesoe kembali bangkit dengan menanam banyak pohon dan justru jadi tempat kunjungan wisata.