
Produksi rumput laut nasional diharapkan bisa membantu pengendalian dampak perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini. Karena bisa menyimpan karbon 2x lebih banyak dibanding kemampuan wilayah daratan.
Melansir riset National Science Foundation yang dipublikasikan pada 2012, rumput laut dunia diketahui memiliki potensi sangat besar untuk menyimpan karbon. Para peneliti lembaga tersebut, menghitung jumlah karbon yang bisa disimpan pada rumput laut, mencapai 19,9 miliar metrik ton.
Dengan rincian hamparan kebun rumput laut, mampu menyerap karbon hingga 83.000 metrik ton per km2 di dalam tanah di antara tanaman tersebut. Kemampuan tersebut, 2x lebih banyak dibandingkan hutan di daratan yang menyerap 30.000 metrik ton per km2 dalam bentuk kayu.
Dengan kemampuan seperti itu, Slamet Soebjakto terus mengampanyekan perikanan budidaya untuk rumput laut bisa terus dilakukan dengan cara yang benar dan baik. Tujuannya, bukan saja untuk mengejar produktivitas, tapi juga untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan, dan sekaligus berperan untuk menyerap karbon.