
Biasanya, luka kecil di kulit atau otot kita dapat sembuh dengan sendirinya.
Namun untuk luka yang dalam–seperti yang dialami pasien diabetes atau pada jaringan otot setelah serangan jantung–proses penyembuhan lebih sulit. Luka dalam seringkali membutuhkan perawatan yang lebih serius, dan pada akhirnya mungkin membutuhkan amputasi atau transplantasi jika penyembuhan tidak selesai.
Meski transplantasi organ dapat menyelamatkan nyawa, terdapat kekurangan organ yang tersedia untuk prosedur ini. Maka itu, metode alternatif diperlukan.
Teknologi seperti bioprinting telah digunakan dapat membangun organ yang berfungsi penuh di luar tubuh. Namun bagaimana jika kita dapat meningkatkan kemampuan regeneratif (memperbaiki sendiri sel rusak) tubuh kita sendiri?
Mungkinkah pembuatan organ di dalam tubuh dilakukan?
Publikasi terbaru kami menunjukkan bahwa hanya dengan menyuntikkan gel yang diekstrak dari rumput laut yang dapat dimakan, kita dapat mengarahkan tubuh untuk membuat pembuluh darah stabil pada otot. Pembuluh darah ini adalah kunci membantu jaringan untuk hidup.
Temuan ini merupakan langkah penting menuju terapi regeneratif yang didasarkan hanya pada biomaterial.
Rumput laut yang dapat dimakan untuk membuat pembuluh darah
Kami telah mengembangkan kelas baru hidrogel suntik.
Bahan pembuatan hidrogel ini adalah agarose, yang juga digunakan untuk membuat kue jeli di dapur, dan di laboratorium biologi untuk memisahkan DNA.
Agarose adalah polisakarida–sebuah gula rantai panjang–yang diekstraksi dari rumput laut merah yang ditemukan di banyak samudra di seluruh dunia.