
Bagian 1 dari 2 bagian. Umur tanam berpengaruh terhadap SFDM. Pada umur panen yang tidak cukup menyebabkan SFDM yang rendah.
Tujuan : mengetahui pengaruh dari Umur Panen Rumput laut E Cottonii :
1. umur panen 30-35 hari
2. Umur panen 40-45 hari dan
3. Umur Panen 55-60 hari
Terhadap mutu rumput laut kering dan produk olahannya ATC ( Alkali Treated Cottonii).
Note : Kode P ( Purus jemur di para-para), TP ( Tidak purus jemur di para-para) dan PG ( Tidak purus penjemuran gantung).
Trial ini dilakukan di 3 lokasi di : Jeneponto Sulsel, Maumere NTT dan Ende NTT. Semua bibit yang digunakan adalah Maumere. Berikut hasil trial yang telah di analisa di laboratorium Seaplant Net. Berikut hasil analisa tersebut
Kesimpulan
- Umur tanam berpengaruh terhadap SFDM. Pada umur panen yang tidak cukup menyebabkan SFDM yang rendah. Hal ini berefek pada MC, dengan lama dan intensitas cahaya matahari yang sama umur tanam 30 hari lebih rendah dari 40 dan 60 hari namun perbedaanya tidak banyak
- Umur tanam juga mempengaruhi kadar garam (S&S) Pada umur tanam dari 30-35 ke 40-45 hari kenaikan kadar garam pesat sedangkan pada umur tanam ke 55-60 kenaikan hanya sedikit.
1. Kandungan Rumput Laut Yang Bebas dari Garam dan benda Asing (SFDM)
Grafik 1. Pengaruh Umur Tanam Terhadap SFDM di Sulsel
Grafik 2 Pengaruh Umur Tanam Terhadap SFDM di Maumere, NTT
Grafik 3. Pengaruh Umur Tanam Terhadap SFDM di Ende, NTT
Dari ketiga grafik diatas terlihat umur panen berpengaruh terhadap SFDM, Umur panen yang tidak cukup mengakibatkan SFDMnya rendah.
2. Kadar Garam dan Benda Asing /S&S
Gambar 4. Pengaruh UmurTanam Terhadap S&S di Jeneponto, Sulsel
Gambar 4. Pengaruh UmurTanam Terhadap S&S di Maumere, NTT
Gambar 5 Pengaruh UmurTanam Terhadap S&S di Ende, NTT
Dari grafik terlihat kadar S&S meningkat seiring dengan bertambahnya umur tanam. Pada umur tanan dari 30-35 ke 40-45 hari kenaikan pesat sedangkan pada umur tanam ke 55-60 kenaikan hanya sedikit.
3. Kadar Air (MC)
Gambar 6. Pengaruh UmurTanam Terhadap MC di Jeneponto, Sulsel
Gambar 7. Pengaruh UmurTanam Terhadap MC di Maumere, NTT
Gambar 8. Pengaruh UmurTanam Terhadap MC di Ende, NTT
Dari grafik diatas untuk sampel Maumere terlihat dengan peningkatan umur tanam dengan perlakuan lamanya waktu penjemuran dan intensitas cahaya yang sama MC pada sampel yang memiliki umur tanam lebih lama memiliki MC lebih besar namun pada sampel dari Jeneponto dan Ende tidak bisa dilihat trendnya karena setelah selesai penjemuran produk tidak langsung dikemas dalam plastic tertutup sekitar 2-3 bulan yang dapat menyebabkan peningkatan kadar air.