
Hayo siapa yang sudah menjalankan aktivitas seperti biasa di era new normal? Apakah kamu membawa semua “starterpack” yang dibutuhkan?
New Normal sendiri merupakan suatu perubahan kebiasaan hidup dari yang sebelumnya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Di era new normal ini, kita semua secara tidak langsung “dipaksakan” untuk hidup berdampingan dengan virus Corona. Saat menjalankan aktivitas di era new normal ini, terdapat beberapa perlengkapan yang wajib dibawa seperti masker, multivitamin, peralatan pribadi, tissue kering/basah, dan juga handsanitizer.
Handsanitizer bisa digunakan untuk membersihkan tangan dikala tidak terdapat air/sabun. Handsanitizer yang sempat langka, kini dapat dibuat sendiri dengan mengikuti standar WHO, tidak terkecuali oleh mahasiswa.
Sebagai mahasiswi Ilmu Kelautan, Maylissa ingin meningkatkan nilai jual dari salah satu sumberdaya laut menjadi produk yang bermanfaat. Rumput laut spesies Kappaphycus alvarezii menjadi salah satu produk yang dapat dimanfaatkan menjadi handsanitizer.
Spesies ini juga memiliki kandungan antibakteri. Dikutip dari jurnal penelitian oleh Syamlan et al. (2019), seaweed handsanitizer memiliki beberapa keunggulan seperti tidak mudah membuat tangan kering, karena bahan yang digunakan dari bahan baku alami dan memiliki harga yang cukup ekonomis.
Kandungan karaginan dari rumput laut inilah yang dapat digunakan sebagai formulasi handsanitizer. Metode pembuatan handsanitizer yang dilakukan oleh Maylissa yaitu berdasarkan kepada jurnal oleh Fatimah dan Ardiani (2018) dalam penelitiannya berjudul “Pembuatan Hand Sanitizer (Pembersih Tangan Tanpa Air) Menggunakan Antiseptik Bahan Alami.”
Menjadi salah satu program Kuliah Kerja Nyata Tim II Universitas Diponegoro, “SeaHans” ini diperkenalkan kepada ibu-ibu PKK RT 03/RW 03 Kelurahan Bulusan, Semarang agar mengetahui lebih luas lagi manfaat dari rumput laut. Maylissa juga mempraktekkan bagaimana pembuatan handsanitizer dengan tetap higienis kepada ibu-ibu PKK.
Pengemasan handsanitizer yang dipilih oleh Maylissa yaitu botol berukuran 30 ml dan dilapisi dengan silikon karakter unik yang digemari oleh anak-anak. Harapannya di tengah pandemi Covid-19 ini, petani rumput laut tetap dapat menjalankan profesinya tanpa khawatir.
Maylissa juga berharap, masyarakat dan khususnya warga Kelurahan Bulusan semakin peduli dengan kesehatannya dan tetap menjaga kebersihan.
Stay safe and stay healthy!