
Rumput laut merupakan produk hasil maritim yang dapat diandalkan untuk menghadirkan ketahanan pangan yang kokoh dan daya saing bangsa yang kuat. Hal inilah yang mendasari Program Matching Fund Kedaireka Undip untuk mendorong pengolahan produk makanan berbasis rumput laut di Kabupaten Jepara.
“Jenis rumput laut yang paling banyak dihasilkan di Indonesia adalah Eucheuma cottonii yang merupakan bahan baku pembuatan karagenan yang sangat dibutuhkan pada industri makanan karena sifat fungsional yang baik (thickening, gelling dan stabilizing),” ujar Prof Dr Aji Prasetyaningrum ST MSi, Ketua Tim Pelaksana Program Maching Fund Kedaireka Undip, kepada RRI, Rabu (2/11/2022).
“Hanya yang menjadi permasalahan adalah formulasi branding produk olahan yang berasal dari bahan mentah rumput laut masih sangat kurang sehingga diperlukan pengembangan teknologi pengolahan rumput laut terintegrasi untuk meningkatkan nilai ekonomi, volume dan nilai produksi,” tambahnya.
Adapun tujuan dari program KEDAIREKA adalah untuk mempercepat proses hilirisasi riset, yaitu dengan adanya kolaborasi bersama antara Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), masyarakat dan Pemerintah Daerah/stake holder terkait.
Kegiatan yang dilakukan merupakan kerjasama riset dan pengembangan industri mitra MBA Food Jepara untuk pengolahan produk coklat rumput laut (COKRIMUN). Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam Seaweed Research Center untuk pengembangan teaching industry dan field laboratory di Science Techno Park kampus Undip Teluk Awur Jepara.
Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi :
1). Mengembangkan pengolahan produk makanan terfortifikasi karagenan secara terintegrasi sebagai suatu teaching industry.
2). Menghasilkan diversifikasi produk-produk hasil pengolahan rumput laut yang tersertifikasi dapat diimplementasikan pada masyarakat.
3). Meningkatkan kolaborasi di bidang pendidikan melalui kuliah tamu, magang bersertifikat dan penguatan mata kuliah Teknologi Pengolahan dan Pemrosesan Pangan.
4). Meningkatkan peran serta dosen, mahasiswa dan masyarakat untuk kegiatan penelitian serta magang untuk mendorong implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
5). Meningkatkan diseminasi riset kepada masyarakat berkerjasama dengan pihak industri, pemerintah dan masyarakat dalam pengolahan rumput laut untuk menghasilkan produk yang bermanfaat, wirausaha makanan berbasis dietary fiber rumput laut.
6). Menghasilkan suatu research center yang fokus pada pengolahan rumput laut khususnya karagenan dan produk turunannya.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan capacity building dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, yaitu IKU-1 sampai IKU-8 untuk mendorong implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan aspek peningkatan kualitas lulusan, kualitas dosen serta kualitas kurikulum dan pembelajaran,” ungkap Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro ini.
“Disamping itu program ini juga dalam rangka mendukung kegiatan Science Techno Park Universitas Diponegoro di Kampus UNDIP Teluk Awur Jepara,” imbuhnya.
Berbagai hasil produksi makanan dengan fortifikasi ekstrak rumput laut karagenan diharapkan akan meningkatkan ekonomi sirkular masyarakat dengan konsep blue economy.
Dijelaskan pula, bahwa pengembangan blue economy melalui pengolahan produk rumput laut diperlukan untuk semakin memperkuat pengelolaan potensi rumput laut secara berkelanjutan, produktif dan berwawasan lingkungan.
“Fortifikasi karagenan sebagai bahan alami yang memiliki nilai gizi serta kandungan serat yang tinggi diperlukan untuk penguatan pangan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Dari hasil kegiatan tersebut juga dilakukan publikasi pada beberapa jurnal Internasional bereputasi, Jurnal Nasional Terakreditasi, Prosiding pada seminar Internasional dan Seminar Nasional. Disamping itu hasil penelitian juga dipublikasikan dalam buku ber ISBN dan memperoleh HKI (Paten dan Hak Cipta).