
Limbah Sampah botol plastik di Kabupaten Nunukan semakin meningkat dan semakin menumpuk di pesisir pantai, sehingga masyarakat mempunyai ide untuk memproduksi sampah plastik menjadi pelampung rumput laut. Apalagi petani rumput laut semakin meningkat dan membutuhkan botol untuk budidaya rumput laut.
Inovator PTG Unggulan Nunukan Selatan Andi Mashur mengatakan untuk memproduksi pelampung kapsul yang ramah lingkungan yang tidak bersinar maupun yang bersinar, dimana pelampung sangat dibutuhkan masyarakat karena lebih awet dan lebih murah.
"Petani rumput laut tidak memperhatikan atau kurang peduli terhadap lingkungan begitu habis dipakai pelampungnya tidak dikumpulkan, hanya di buang begitu saja, menjadi penumpukkan sampah plastik di pesisir laut. Jadi bersama teman-teman yang peduli terhadap lingkungan ber sama-sama membuat suatu produk yang ramah lingkungan," jelasnya, Rabu (24/5/2023).
Ia berharap pelampung yang berbentuk kapsul ini dapat digunakan oleh masyarakat, apabila di kemudian hari sudah tidak lagi menggunakannya maka dapat dijual untuk di proses ulang, menjadi pelampung kapsul yang baru.
"Untuk harganya yang minimalisir Rp. 3.000,- kemudian yang besar untuk pelampung pondasi harganya Rp. 5.000,- Saat ini pembeli ada di Nunukan, Nunukan Selatan, ada juga di Pulau Sebatik, dan pernah ada pembeli dari luar daerah," ujarnya.
Ia menambahkan dengan terbentuknya bank sampah Borneo Bersinar, Pemerintah PDasrah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Pusat dapat memberikan bantuan berupa mesin agar proses pembuatan pelampung lebih cepat.