Konjac
Konjac atau iles-iles (
Amorphophallus muelleri Blume) merupakan salah satu tanaman umbi yang perlu dikembangkan karena berpotensi sebagai komoditas ekspor. Jepang dan Taiwan memerlukan iles-iles dalam bentuk tepung yang dikenal dengan nama tepung Konjac. Tepung ini mengandung zat mannan yang bermanfaat sebagai
dietary fiber sehingga sering dijadikan bahan makanan untuk kesehatan. Di Indonesia banyak dijumpai berbagai jenis iles-iles namun belum dibudidayakan oleh masyarakat karena kurang diketahui manfaatnya. Selain untuk bahan pangan, iles-iles banyak digunakan untuk industri obat-obatan, tekstil, kertas, dan film.
Konjac atau iles-iles (
Amorphophallus muelleri Blume) adalah sejenis makanan yang hanya mengandungi glocomanan dan air, ini adalah makanan yang sesuai untuk sembelit.
Di Jepang, iles-iles dimanfaatkan sebagai bahan pembuat
konyaku (sejenis tahu) dan
snirataki (sejenis mi) untuk masakan Jepang atau juga dapat digunakan sebagai pengganti agar-agar dan gelatin. Iles-iles juga dipakai industri sebagai bahan perekat kertas, cat dan bahan mengkilapkan kain seperti katun/wol, serta bahan imitasi yang kualitasnya lebih baik dan lebih murah dibandingkan dengan
amilum.
Kegunaan lainnya, iles-iles bisa dijadikan sebagai bahan
negative film, isolasi, dan pita
seluloid karena sifatnya seperti selulosa. Yang lebih menarik lagi, terutama bagi industri farmasi, yakni kemampuan parutan iles-iles segar yang dapat menyembuhkan luka.
Tumbuhan lain dapat menghasilkan hasil fotosintesis yang jika diekstrak mempunyai fungsi hampir sama dengan karaginan misalnya guar gum dan konjac. Guar gum berasal dari Cyamopsis tetragonolobus (L.) Taub. Tumbuhan ini tidak dikenal di Indonesia, sedangkan konjac dari Amorphophallus (Iles-Iles).