Jumat, 14 Dec 2007 - Sumber: Penebar Swadaya-Rumput Laut - Terbaca 8410 x - Baca: 28 Apr 2026
Produksi Karaginan Murni
Selain semirefine, hasil olahan rumput laut karaginofit yaitu refine carrageenan atau karaginan murni. Proses produksi untuk mendapatkan karaginan murni melalui proses ekstraksi karaginan dari rumput laut. Ada dua metode proses produksi karaginan, yaitu metode alkohol (alcohol method) dan metode tekan (pressing method).
a. Metode Alkohol (Alcohol Method)
Metode ini dapat digunakan untuk memproduksi karaginan dari Eucheuma spinosum yang menghasilkan iota karaginan dan Eucheuma cottonii yang menghasilkan kappa-karaginan. Alur proses karaginan dengan metode alkohol sebagai berikut:
Bersihkan rumput laut kering dari kotoran yang berupa pasir, garam, dan jenis-jenis rumput lain.
Perlakuan alkali: masak rumput laut bersih dalam larutan alkali dengan konsentrasi tertentu pada temperatur 85o – 90oC selama 2 jam. Untuk Eucheuma spinosum, gunakan alkali NaOH, sedangkan untuk Eucheuma cottonii gunakan KOH.
Penghancuran/agitasi: hancurkan rumput laut yang telah mengalami perlakuan alkali menjadi seperti bubur dengan proses pengadukan atau agitasi.
Ekstraksi: masak rumput laut dalam kondisi alkali/basa pH 8-9 dengan temperatur pemasakan 90oC selama 18 jam untuk Eucheuma cottonii dan 3 jam untuk Eucheuma spinosum. Selama proses ekstraksi, sekali-kali aduk menggunakan mesin pengaduk.
Penambahan filter aid: tambahkan filter aid (seperti celite atau perlite) kedalam air laut yang sudah menjadi bubur dalam kondisi panas, kemudian aduk secara merata selama 0,5 jam.
Penyaringan/filtrasi: saring bubur dengan cepat dalam keadaan panas dengan menggunakan filter press sehingga filtrat dalam bentuk sol (cairan kental) dapat terpisah dari residu/ampas padat.
Bleaching: tambahkan larutan pemutih (seperti NaOCl) pada cairan sol (cairan kental) dengan konsentrasi tertentu, lalu aduk selama 20 menit.
Penambahan alkohol: alkohol yang digunakan dalam industri karaginan yaitu etanol (di laboratorium umumnya digunakan isopropanol). Tambahkan etanol secara perlahan-lahan (sedikit demi sedikit) pada filtrat, sambil diaduk sampai terbentuk serat karaginan yang akan terpisah dengan cairannya.
Pengeringan dan penepungan (grinding): keringkan serat karaginan dalam alat pengering pada suhu 60oC selama 15-20 jam, kemudian buat tepung dengan mesin grinding.
Blending/formulating: campur tepung karaginan dengan bahan lainnya, sesuaikan dengan keperluan jenis industri penggunanya.
Pengemasan: kemas tepung karaginan dalam kantong-kantong plastik atau karton untuk bisa dipasarkan.
Biaya produksi pada proses pengolahan karaginan dengan metode alkohol tinggi sehingga saat ini jarang digunakan dalam industri, kecuali untuk produksi iota-karaginan. Pada saat ini, metode proses yang digunakan untuk produksi kappa-karaginan yaitu metode tekan (pressing method), baik dengan atau tanpa penambahan KCl.
b. Metode Tekan (Pressing Method)
Metode ini hanya digunakan untuk produksi kappa-karaginan dengan bahan baku Eucheuma cottonii. Urutan proses produksi hampir sama dengan metode alkohol, hanya berbeda teknik dalam pemisahan karaginan dari larutan sol. Alur proses produksi karaginan dengan metode tekan sebagai berikut:
Bersihkan rumput laut kering dari kotoran yang berupa pasir, garam, dan jenis-jenis rumput lain.
Perlakuan alkali: masak rumput laut bersih dalam larutan alkali KOH dengan konsentrasi tertentu pada temperatur 85o – 90oC selama 2 jam.
Penghancuran / agitasi: hancurkan rumput laut yang telah mengalami perlakuan alkali menjadi seperti bubur dengan proses pengadukan atau agitasi.
Ekstraksi: masak rumput laut dalam kondisi alkali/basa pH 8-9 dengan temperatur pemasakan 90oC selama 18 jam. Selama proses ekstraksi, sekali-kali aduk menggunakan mesin pengaduk.
Penambahan filter aid: tambahkan filter aid (seperti celite atau perlite) kedalam air laut yang sudah menjadi bubur dalam kondisi panas, kemudian aduk secara merata selama 0,5 jam.
Penyaringan/filtrasi: saring bubur dengan cepat dalam keadaan panas dengan menggunakan filter press sehingga filtrat dalam bentuk sol (cairan kental) dapaat terpisah dari residu/ampas padat.
Bleaching: tambahkan larutan pemutih (seperti NaOCl) pada cairan sol (cairan kental) dengan konsentrasi tertentu, lalu aduk selama 20 menit.
Penjedalan: tambahkan larutan KCl dengan konsentrasi tertentu pada filtrat larutan sol, kemudian aduk. Tuangkan larutan ke dalam cetakan/loyang, diamkan pada suhu kamar sampai menjedal membentuk gel. Proses penjedalan dapat juga dilakukan dalam pembekuan ruangan pendingin/freezer selama 12 jam. Pada industri besar, biasanya menggunakan conveyor (ban berjalan) pendingin sampai menjedal. Selain itu, bisa juga menggunakan tabung pendingin (tube coller), dimana larutan sol dialirkan ke dalam tabung pendingin, kemudian ditekan secara hidrolik sehingga larutan sol yang sudah menjedal (gel karaginan) keluar dari tabung pendingin.
Proses tekan: keluarkan air dari gel karaginan dengan cara ditekan (press). Caranya, susun gel secara berlapis-lapis, masing-masing dibatasi dengan kain saring, lalu tekan dengan beban selama 12-24 jam sehingga diperoleh bentuk lembaran karaginan. Dalam skala industri, pengepresan menggunakan alat yang disebut dengan hydroextractor.
Pengeringan: untuk memudahkan pengeringan, potong-potong lembaran karaginan (memperluas permukaan), kemudian keringkan dengan alat pengering pada temperatur 60oC sampai kering. Dalam skala industri besar, biasanya lembaran karaginan dibentuk menjadi pelet, lalu dimasukkan ke dalam mesin pengering tertutup (sistem tertutup) untuk mengurangi kontak langsung dengan udara terbuka.
Pembentukan tepung: lembaran karaginan atau karaginan dalam bentuk pelet yang sudah kering dijadikan tepung melalui proses grinding.
Blending/formulating: campur tepung karaginan dengan bahan lainnya, sesuaikan dengan keperluan jenis industri penggunanya.
Pengemasan: kemas tepung karaginan dalam kantong-kantong plastik atau karton untuk bisa dipasarkan.