Untitled Document
Rabu , 24 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang
Rabu, 24 Jun 2026 - Sumber: https://pelakita.id/ - Terbaca 6 x - Baca: 24 Jun 2026
 
Rumput laut terus memainkan peran strategis dalam perekonomian kelautan dan perikanan Sulawesi Selatan.

Data dalam Sulawesi Selatan Dalam Angka 2025 menunjukkan bahwa provinsi ini memproduksi sekitar 3,85 juta ton rumput laut pada tahun 2023, dengan nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp10,54 triliun.

Komoditas ini masih menjadi tulang punggung produksi perikanan budidaya di Sulawesi Selatan sekaligus menegaskan posisi provinsi tersebut sebagai salah satu sentra produksi rumput laut terbesar di Indonesia.

Budidaya rumput laut telah menjadi sumber penghidupan utama bagi ribuan rumah tangga pesisir, mulai dari kawasan Teluk Bone dan pesisir timur Luwu hingga perairan selatan Takalar dan Jeneponto.

Biaya produksi yang relatif rendah, siklus budidaya yang singkat, serta tingginya permintaan pasar domestik dan internasional menjadikan rumput laut sebagai salah satu komoditas kelautan paling penting di Sulawesi Selatan.

Luwu Memimpin dari Sisi Volume Produksi
Di antara seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, Kabupaten Luwu mencatat volume produksi rumput laut tertinggi pada tahun 2023, yakni mencapai 632.933 ton, atau sekitar 16,5 persen dari total produksi provinsi.

Lima daerah penghasil rumput laut terbesar adalah:
1. Luwu – 632.933 ton
2. Takalar – 601.553 ton
3. Wajo – 486.986 ton
4. Bone – 416.364 ton
5. Luwu Timur – 359.531 ton

Secara bersama-sama, lima daerah tersebut menyumbang hampir dua pertiga dari total produksi rumput laut Sulawesi Selatan, menunjukkan tingginya konsentrasi aktivitas budidaya di wilayah pesisir provinsi ini.

Produsen besar lainnya meliputi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (295.865 ton), Jeneponto (243.049 ton), Luwu Utara (236.825 ton), Bulukumba (208.328 ton), dan Kota Palopo (173.859 ton).

Nilai Ekonomi Menunjukkan Gambaran Berbeda
Meski Luwu menempati posisi pertama dalam volume produksi, nilai ekonomi yang dihasilkan dari komoditas rumput laut menunjukkan pola yang berbeda.

Kabupaten Wajo mencatat nilai produksi tertinggi dengan sekitar Rp2,42 triliun, disusul Kabupaten Takalar sebesar Rp2,24 triliun. Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan nilai produksi Kabupaten Luwu yang tercatat sekitar Rp570,3 miliar, meskipun Luwu menghasilkan volume produksi terbesar.

Perbedaan ini mengindikasikan adanya variasi jenis rumput laut yang dibudidayakan, kualitas produk, penanganan pascapanen, akses pasar, maupun struktur harga di masing-masing daerah.

Daerah yang mampu menghasilkan produk rumput laut bernilai tinggi atau memiliki keterhubungan yang lebih baik dengan industri pengolahan berpotensi memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar, meskipun volume produksinya lebih rendah.

Data ini juga menunjukkan bahwa penguatan kegiatan hilirisasi dan penciptaan nilai tambah dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan pendapatan petani rumput laut tanpa harus memperluas area budidaya.

Mendominasi Perikanan Budidaya Sulawesi Selatan
Rumput laut merupakan komoditas yang paling dominan dalam sektor perikanan budidaya Sulawesi Selatan. Dari total produksi budidaya yang mencapai sekitar 4,1 juta ton, rumput laut menyumbang sekitar 93 persen dari keseluruhan volume produksi.

Dominasi tersebut menegaskan pentingnya komoditas ini bukan hanya sebagai produk perikanan, tetapi juga sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah.

Industri rumput laut berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, penghidupan masyarakat pesisir, pendapatan ekspor, serta pengembangan ekosistem ekonomi biru (blue economy) yang lebih luas.

Seiring meningkatnya permintaan global terhadap berbagai produk berbasis rumput laut—mulai dari bahan pangan, farmasi, kosmetik, pupuk hayati, hingga material ramah lingkungan—komoditas ini semakin dipandang sebagai sumber daya strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Peluang Besar untuk Hilirisasi
Meski mencatat kinerja produksi yang sangat mengesankan, sebagian besar rumput laut Sulawesi Selatan masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

Berbagai kalangan menilai bahwa provinsi ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui pengembangan industri hilir seperti ekstraksi karaginan, produksi agar-agar, bioplastik, nutraseutikal, serta berbagai produk pangan fungsional.

Pengembangan fasilitas pengolahan yang lebih dekat dengan sentra-sentra budidaya juga dapat membantu petani memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga komoditas mentah.

Dengan produksi yang telah melampaui 3,8 juta ton per tahun dan nilai ekonomi lebih dari Rp10 triliun, rumput laut tetap menjadi salah satu aset ekonomi kelautan terkuat Sulawesi Selatan.

Tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mentransformasi Sulawesi Selatan dari sekadar produsen bahan baku menjadi pusat industri berbasis rumput laut yang unggul di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Produsen Karaginan Terbesar di Pinrang
Lima besar produsen rumput laut Sulawesi Selatan tidak memasukkan Pinrang sebagai tempat budidaya terbesar tetapi ada realitas yang membuat kita kagum pada Pinrang, apa itu? Pabrik rumput laut untuk jadi karaginan terdapat di sana.

Namanya PT Biota Laut Ganggung. Banyak yang belum tahu kalau pabrik milik investor dari China ini mampu memproduksi karaginan hingga 2.000 ton per hari. Bayangkan kapasitas atau kemampuan seperti pabrik rumput laut karaginan di Takalar dan Maros yang hanya mampu 1 hingga 2 ton. Itupun belakangan ini mengalami kekurangan pasokan raw material.

Untuk kebutuhan rumput laut kering ke Pinrang, dipasok dari Kalimantan Timur dan Utara hingga Papua dan Maluku.

Untuk yang belum tahu guna rumput laut olahan, dia bisa digunakan untuk bahan kue, komestik hingga obat-obatan bahkan disebut bisa jadi pupuk.
 
 
 
More Berita
 
1 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 11 x
2 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Pe
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 7 x
3 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 75 x
4 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 87 x
5 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 80 x
6 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 113 x
7 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 127 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 6 x
2 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 102 x
3 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 97 x
4 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 119 x
5 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 184 x
6 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 208 x
7 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 235 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,650,572 Kali
Member JaSuDa 10,765 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin