Rumput Laut Yang Banyak di Budidayakan oleh Petani
Rabu, 20 Feb 2008 - Sumber: Buku Rumput Laut & www.iptek.net.id - Terbaca 5923 x - Baca: 28 Apr 2026
Klasifikasi Rumput Laut Komersial dan Bernilai Ekonomis
Rumput laut komersial - bernilai ekonomis tinggi - di Indonesia dikelompokkan menjadi lima, yaitu Eucheuma, Gracilaria, Hypnea, Gelidium, dan Sargassum. Jenis rumput laut tersebut ada yang dibudidayakan di perairan pantai (laut) dan di tambak. Namun, yang banyak dibudidayakan oleh petani hanya 3 jenis yaitu Eucheuma (cottonii dan spinossum) dan Gracilaria verrucosa.
Taksonomi Eucheuma sebagai berikut :
Divisio : Rhodophyta
Kelas : Rhodophyceae
Bangsa : Gigartinales
Suku : Solierisceae
Marga : Eucheuma
Jenis : Eucheuma cottonii (Kappaphycus alvarezii), Eucheuma spinosum (Eucheuma denticulatum)
Taksonomi Gracilaria sebagai berikut :
Divisio : Rhodophyta
Kelas : Rhodophyceae
Bangsa : Gigartinales
Suku : Gracilariaceae
Marga : Gracilaria
Jenis : Gracilaria verrucosa, Gracilaria gigas, Gracilaria lichenoides
Ciri-ciri dan habitat beberapa rumput laut di perairan Indonesia sebagai berikut :
Eucheuma cottonii (Kappaphycus alvarezii)
Ciri-ciri
Ciri ciri Eucheuma cottonii yaitu thallus silindris, permukaan licin, menyerupai tulang rawan/muda, serta berwarna hijau terang, hijau, olive dan coklat kemerahan. Algae tumbuh tegak, sangat rimbun membentuk rumpun yang padat. Percabangan thallus berujung runcing atau tumpul, ditumbuhi nodulus (tonjolan-tonjolan), dan duri lunak/tumpul untuk melindungi gametangia. Percabangan bersifat alternatus (berseling), tidak teratur, serta dapat bersifat dichotomus (percabangan dua-dua) atau trichotomus (sistem percabangan tiga-tiga).
Habitat
Habitat, banyak hidup di zona pasang surut yang berdasar karang hingga ke zona subtidal. Sering membentuk koloni yang luas. Hidup baik di perairan yang tenang maupun yang agak bergelombang (semi terlindung). Rumput laut Eucheuma cottonii memerlukan sinar matahari untuk proses fotosintesis. Oleh karena itu, rumput laut jenis ini hanya mungkin hidup pada lapisan fotik, yaitu kedalaman sejauh sinar matahari masih mampu mencapainya. Di alam, biasanya hidup berkumpul dalam satu komunitas, tumbuh di rataan trumbu karang dangkal sampai kedalaman 6 m, melekat di batu karang, cangkang kerang, dan benda keras lainnya. Jenis ini telah dibudidayakan dengan cara diikat pada tali sehingga tidak perlu pada substrat karang atau benda lainnya.
Eucheuma spinosum (Eucheuma denticullatum)
Ciri-ciri
Ciri ciri Eucheuma spinosum yaitu thallus silindris, percabangan thallus berujung runcing atau tumpul ; ditumbuhi nodulus (tonjolan-tonjolan), berupa duri lunak yang tersusun berputar teratur mengelilingi cabang, lebih banyak dari yang terdapat pada Eucheuma cottonii. Ciri-ciri lainnya mirip seperti Eucheuma cottonii. Jaringan tengah terdiri dari filamen tidak berwarna serta dikelilingi oleh sel-sel besar, lapisan korteks, dan lapisan epidermis (luar). Pembelahan sel terjadi pada bagian apikal thallus.
Habitat
Alga ini tumbuh tersebar di perairan Indonesia pada tempat-tempat yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya, antara lain substrat batu, air jernih, ada arus atau terkena gerakan air lainnya, dan cukup sinar matahari. Tumbuh melekat pada rataan terumbu karang, batu karang, batuan, benda keras, dan cangkang kerang. Proses budidayanya sama dengan Eucheuma cottonii.
Gracilaria verrucosa
Ciri-ciri
Ciri-ciri dari Gracilaria verrucosa yaitu thallus silindris, licin, berwarna kuning-coklat atau kuning hijau. Percabangan berselang seling tidak beraturan, kadang-kadang berulang-ulang memusat ke bagian pangkal. Cabang-cabang lateral memanjang menyerupai rambut, ukuran panjang sekitar 25 cm dengan diameter thallus 0,5 – 1,5 mm.
Habitat
Di alam terdapat menempel pada substrat batu atau benda. lainnya. Alga jenis ini sekarang merupakan tanaman budidaya di tambak yang banyak dijumpai di daerah Takalar, Sulawesi Selatan.
Sumber:
Tim Penulis PS, 1991. Seri Agribisnis : RUMPUT LAUT (Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran). Penebar Swadaya : Jakarta.