
Rumput laut yang potensial dikembangkan sebagai bahan baku minuman fungsional adalah rumput laut cokelat (Phaeophyceae), khususnya Sargassum sp. Rumput laut cokelat ini sering dianggap sebagai sampah karena mengotori pantai.
HIDUP di era modern seperti saat ini, mendorong kita cenderung memilih sesuatu yang serba cepat atau instant dengan alasan efektifitas dan efisiensi. Tidak salah jika era sekarang ini disebut era instant. Gaya hidup instant memberikan dampak buruk terhadap kesehatan. Berbagai penyakit yang disebut life style disease bermunculan, seperti: kanker, hiperkolesterol, penyakit gula/kencing manis dan sebagainya.
Untuk mencegah, idealnya kita menerapkan pola hidup sehat, yaitu istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Saat ini, pola hidup sehat menjadi sesuatu yang sangat mahal dan sulit dilakukan. Kita perlu melakukan sebuah upaya, minimal mengurangi efek buruk dari gaya hidup yang tidak sehat itu. Salah satunya, mengonsumsi pangan fungsional (functional food).
Pangan fungsional dapat diartikan sebagai makanan atau minuman yang mengandung zat atau manfaat tertentu, dan dikonsumsi dengan tujuan tertentu. Harga pangan fungsional yang ada dipasaran saat ini relatif mahal dan tidak semua masyarakat kita mampu membelinya.
Berdasarkan kenyataan itu, kita perlu mencari alternatif bahan baku yang murah dan mencari terobosan untuk menemukan proses produksi yang sederhana, sehingga harganya bisa terjangkau dengan daya beli masyarakat kita tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. Tubuh kita 60-70 persen terdiri dari air, dan setiap hari kita membutuhkan air kurang lebih dua liter untuk minum.
Kita dapat melihat sebuah peluang besar untuk mengembangkan minuman fungsional menjadi sebuah usaha. Rumput laut yang potensial dikembangkan sebagai bahan baku minuman fungsional adalah rumput laut cokelat (Phaeophyceae), khususnya Sargassum sp. Rumput laut cokelat ini sering dianggap sebagai sampah karena mengotori pantai.
Sargassum sp menagandung natrium alginat (Na-alginat), laminarin, fukoidin, selulosa, manitol dan mengandung antioksidan (polifenol), zat besi, Iodium, vitamin C dan mineral seperti Ca, K, Mg, Na, Fe, Cu, Zn, S, P, Mn serta mineral-mineral lainnya. Kandungan gizi per 2 g bubuk kering Sargassum sp. adalah : karbohidrat 17.835 persen, protein 0,776 persen, dan polifenol 24,58 persen (491,5 mg).
Dengan zat-zat yang dikandungnya, Sargassum sp, dapat digunakan sebagai bahan menyembuhkan berbagai macam penyakit antara lain: hiperkolesterol, penyakit gula, gondok, kanker, dan lain-lain. Proses produksi pembuatan minuman fungsional rumput laut sangat sederhana yaitu: pengeringan, perebusan, penambahan gula dan essence, dan terakhir pengemasan.
Sekarang ini, telah dilakukan penelitian mencakup survei pasar yang bertujuan mengetahui keinginan/kesukaan konsumen terhadap produk minuman, formulasi untuk menentukan komposisi bahan yang tepat dalam membuat minuman rumput laut, dan penentuan tahapan dalam proses produksi, guna mendapatkan proses produksi yang sederhana dan murah, serta studi kelayakan usahanya.