
Algae, baik macro maupun micro algae merupakan tanaman photosintetis yang tumbuh di lingkungan perairan laut dan perairan tawar. Oleh karena bersifat photosinthetic, algae hidup terbatas pada daerah yang terdapat pengaruh cahaya matahari. Diperkirakan, terdapat 1 hingga 10 juta species algae dimana kebanyakan merupakan mikroalgae yang hidup dilautan dan menutupi 71% permukaan bumi. Ukurannya bervariasi mulai dari micro-algae 0,2 – 2,0 um sampai dengan kelp raksasa (giant kelp) yang panjangnya mencapai 60 m (Barsanti, Laura et al., 2006).
Macro-algae atau dikenal sebagai ”seaweed” merupakan tanaman multicelluler yang tumbuh diperairan laut dan perairan tawar yang umumnya dimanfaatkan sebagai makanan dan ekstraksi hidrokoloid. Mereka dikelompokkan menjadi 3 kelompok utama berdasarkan kandungan pigmennya yaitu: alga coklat (Phaeophyceae), alga merah (Rhodophyceae) dan Alga hijau (chlorphyceae).
Sedangkan micro-algae merupakan alage yang bersifat mikrosopik yang ditemukan diperairan laut maupun tawar. Ada 3 kelas micro-algae yang dianggap penting karena jumlahnya yang melimpah yakni diatom, alga hijau (Chlorophyceae) dan algae pirang (Chrysophyceae).
Biofuel dari algae, dapat berasal dari kandungan lemak (lipid) yang diekstrak menjadi minyak ataupun dapat berasal dari proses fermentasi karbohidrat dan serat/fiber dari macro algae seperti rumput laut yang kemudian menghasilkan ethanol. Beberapa jenis algae mengandung minyak 50% lebih dari massa totalnya.
The National Renewable Energy Laboratory (NREL) sebagai pusat pengembangan bahan bakar nabati di Amerika, telah menyeleksi sekitar 300 jenis algae yang mengandung kadar minyak yang tinggi seperti Diatoms dari genera Amphora, Cymbella, Nitzchia dan Algae Hijau dari genera Chlorella. Menurut ilmuwan NREL, John Scheehal, et al., Diatoms mampu memproduksi biofuel 30 kali lebih banyak per hektarnya dibandingkan dengan tanaman penghasil biofuel didaratan semisal kedelai.
Algae mampu menghasilkan 1.800 s/d 9.000 galon biodiesel per acre, sedangkan pohon sawit dan tanaman kelapa hanya mampu menghasilkan masing-masing 508 dan 230 galon biodiesel per acre (Rushing, 2009). Sebuah temuan yang fantastis dan menjanjikan!.
Diperkirakan, dengan luas 10 juta acre lahan yang tersedia untuk budidaya algae jenis ini, sudah cukup untuk memenuhi total kebutuhan konsumsi petro-diesel saat ini di Amerika. Kemampuan Diatom untuk mengakses air, CO2, cahaya dan mineral yang lebih efektif menjadi alasan mengapa tanaman ini jauh lebih produktif dibandingkan dengan tanaman penghasil biodiesel lainnya di daratan seperti bunga matahari, jagung, kedelai bahkan kelapa sawit.
Alcohol/ethanol diperoleh dengan cara fermentasi karbohidrat ataupun serat fiber yang banyak ditemukan pada jaringan atau sel penyusun tumbuhan laut. Pada tanaman algae seperti rumput laut jenis E. Spinosum, kandungan karbohidrat dan serat cukup tinggi yakni masing-masing berkisar antara 5,7 - 13,38 % dan 0,95 – 1,3 %.
Serat/fiber digunakan oleh algae sebagai penyusun struktur dinding sel sedangkan karbohidrat digunakan sebagai sumber cadangan energi. Proses produksi karbohidrat pada algae dilakukan dengan melibatkan proses fotosintesis dengan bantuan gas karbondioksida (CO2), air dan energi cahaya sebagai berikut:
6 CO2 + 6 H2O + Light → 6 O2 + C6H12O6
karbondioksida + air + cahaya → oksigen + gula
Atas dasar hubungan ini, maka algae juga berperan mengurangi keberadaan gas karbondioksida di atmosfer bumi sebagai penyebab efek rumah kaca. Algae mampu menangkap gas karbondioksida (CO2) dan mengubahnya menjadi senyawa glukosa kemudian menghasilkan gas oksigen sebagai gas kehidupan. Diperkirakan, sekitar 50% dari oksigen yang kita hirup berasal dari produksi oksigen yang dihasilkan oleh lebih dari 5000 spesies algae panktonic microskopic yang hidup di lautan. Sungguh luar biasa kontribusi algae bagi kehidupan manusia!
DAFTAR PUSTAKA
Laura Barsanti and Paolo Gualtieri. 2006. Alage, Anatomi, Biochemistry, and Biotechnology. Taylor and Francis Groups, CRC Press. London. Page 1-3.
Rushing S.A. 2009. Carbon dioxide Sequestration via Alga Biofuels: an Overview. http://www.biofuelsdigest.com/blog2/2008/08/21/carbon-dioxide-sequestration- via-algae-biofuels-an-overview.
Daniello, O. 2005. An-algae Based Fuel. Biofuture No. 225. http://greenfuelonline.com/gf_files/algaefuel.pdf
Penwarden M. 2006. Carbon Capture: The Alga Alternative. http://www.matternetwork.com/2006/12/carbon-capture-the-algae- alternative.cfm.