
Mataram: Dodol rumput laut yang menjadi salah satu ikon penganan khas masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), belakangan mulai diminati turis mancanegara.
"Belakangan tidak sedikit turis asing yang datang untuk memborong dodol khas Sasak yang kami sediakan," kata Moh Hamid (46), pemilik kios penjual dodol rumput laut di Karang Bedil, Mataram, Ahad (9/12).
Banyaknya permintaan dodol rumput laut dari turis asing sangat terasa dengan membanjirnya kedatangan wisatawan mancanegara sejak dibukanya Bandara Internasional Lombok (BIL), Oktober tahun lalu.
"Sejak BIL dibuka, kami rasakan ada peningkatan kehadiran turis asing yang berbelanja di tempat kami," ujar Hamid.
Hamid menjelaskan, agar konsumen terpikat, kemasan dodol sengaja dibuat semenarik mungkin. Ada yang diberi wadah kotak kertas, toples dari plastik mika, atau keranjang bambu hingga terkesan tradisional.
harga dodol dalam kemasan plastik mika atau anyaman bambu dengan berat 180 gram diharga Rp20.000. Kalau ingin lebih ekonomis, ada kemasan plastik dengan berat 868 gr dan dihargai Rp75.000.
"Biasanya pembeli suka yang dikemas bambu, karena terlihat lebih bagus. Pembeli yang berminat selain orang lokal dan asing, juga tamu dari Jakarta, Surabaya dan daerah lain yang sedang liburan di Mataram," katanya.
Dodol terbuat dari bahan baku rumput laut, dicampuran dengan beberapa jenis buah-buahan dan ditambah pemanis gula pasir. Buah-buahan dicampurkan untuk aroma dan variasi rasa.
dodol laut ini merupakan sebuah mukjizat bagi pengusaha pengelolahan rumput laut. dengan dodol rumput laut ini menambahkan uang pemasukan bagi pengusaha yang kreatif seperti pak hamid.