
Jakarta, EnergiToday— Satu lagi komoditi yang dapat dijadikan alternatif bahan baku pembuatan biofuel, rumput laut. Rumput laut selain tidak memiliki masalah yang dimiliki oleh varietas tumbuhan lain juga memberikan manfaat bagi biota laut.
Memproduksi biofuel di laut menghilangkan berbagai permasalahan dari biofuel darat. Meskipun penting sebagai alternatif ramah lingkungan untuk minyak, banyak biofuel yang dihasilkan dari tanaman pangan, seperti jagung dan tebu, yang mendorong harga komoditi pangan melonjak sehingga mengancam ketahanan pangan. Produksi biofuel dari tanaman darat juga menguras cadangan air tanah. Biofuel yang dihasilkan dari kelapa sawit malah mengeluarkan emisi yang lebih besar dibandingkan diesel.
"Rumput laut tidak memiliki masalah tersebut," kata Phil Kerrison, salah satu ilmuwan kelautan dari laboratorium Sams seperti yang dikutip dari Guardian.
Budidaya rumput laut bahkan telah terbukti untuk membersihkan polusi dari peternakan ikan dan rumput laut tumbuh jauh lebih cepat daripada tanaman darat, mengubah sinar matahari menjadi energi kimia lima kali lebih efisien.
Alternatif ini perlu dipertimbangkan mengingat di tahun 2011, Indonesia sempat memproduksi rumput laut sebesar 3 juta ton melewati Filipina sebagai produsen rumput laut terbesar di dunia. (Nimas/Ris)