
Potensi rumput laut alami Indonesia belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Selama ini rumput laut hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku industri karagenan dan agaragar, namun rumput laut dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan maupun obat-obatan (Faqih dan Yahya, 1999).
Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium. Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10 -20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat (Anonymous, 2010).
Dalam industri obat Rumput laut berpotensi sebagai antihipotensi, antikolinergik, antitumor, anti-bloodcholesterol, antihiperefleksia, anti-confulsant, antitoksik, antipiretik dan anti-oksidasi (Poncomulyo, dkk, 2006).
Rumput laut dikenal juga sebagai obat tradisional untuk batuk, asma, bronkhitis, TBC, cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual. Kandungan yodiumnya diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit gondok(Anonymous, 2007).
Di Cina, rumput laut juga biasa digunakan untuk pengobatan kanker. Tingginya tingkat konsumsi rumput laut mungkin berhubungan dengan rendahnya insiden kanker payudara pada wanita di negara tersebut. Mungkin hal itu disebabkan oleh kandungan klorofil rumput laut yang bersifat antikarsinogenik. Selain itu, karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang dapat melawan radikal bebas, rumput laut bermanfaat untuk memperpanjang usia dan mencegah terjadinya penuaan dini. (Anonymous, 2007).
Semua rumut laut kaya akan kandungan serat yang dapat mencegah kanker usus besar. Serat dapat melancarkan pencernaan dengan membentuk zat seperti gelatin dalam usus halus dan meningkatkan kadar air dalam fases. Konsumsi serat dapat membantu metabolisme lemak sehingga menurunkan kadar kolestrol darah dan gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan lainnya (Anonymous, 2007).
Sedangkan dalam industri pangan Rumput laut banyak ditambahkan pada berbagai macam produk. Rumput laut yang banyak digunakan adalah dari kelas Rhodophyceae yang mengandung karagenan dan agar-agar. Salah satu spesies yang termasuk dalam kelas Rhodophyceae yang mengandung karagenan yaitu Eucheuma cottonii.
Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut merah dan berubah nama menjadi Kappaphycus alvarezii karena karagenan yang dihasilkan termasuk fraksi kappa karagenan. Maka jenis ini secara taksonomi disebut Kappaphycus alvarezii. Nama daerah “Cottonii” umumnya lebih dikenal dan biasa dipakai dalam dunia perdagangan Nasional maupun Internasional (Syamsuar, 2007).
Eucheuma cottonii asal mulanya didapat dari Perairan Sabah (Malaysia) dan Kepulauan Sulu (Filipina). Selanjutnya dikembangkan ke berbagai negara sebagai tanaman budidaya. Lokasi budidaya Rumput laut ini di Indonesia antara lain Lombok, Sumba, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Lampung, Kepulauan Seribu, dan perairan Pelabuhan Ratu (Syamsuar, 2007).
Rumput laut Eucheuma cottonii hidup di daerah pasang surut dengan cara menempel di suatu substrat supaya dapat bertahan dan tidak hanyut terbawa arus. Untuk dapat menyerap makanan dari air laut Eucheuma memerlukan gerakan air yang cukup. Jika dasar perairan terdiri dari potongan karang mati dan pasir pergerakan airnya akan cukup. Supaya penyerapan makanan dapat berlangsung terus dan tanaman terhindar dari kerusakan akibat sinar matahari, ketika air laut surut. Lokasinya harus masih digenangi air sedalam 30 – 60 cm dan memiliki pH 7,3 – 8,2.
Rumput laut Eucheuma cottonii sebagian besar terdiri dari karbohidrat yang sulit dicerna, hingga menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama. Disamping itu Rumput laut Eucheuma cottonii juga mengandung protein, lemak dan mineral.
Rumput laut dapat ditambahkan dalam berbagai macam produk makanan. Karena Rumput laut mempunyai kandungan iodium yang tinggi yang terikat sebagai organo-iodium. Sehingga tidak mengurangi kelezatan makanan jika digunakan dalam industri makanan (Faqih dan Yahya, 1999).
Iodium pada garam dapur kurang memuaskan karena iodium sintesis mudah menguap bila ditambahkan pada produk dan disamping itu banyak pengusaha garam dapur yang masih enggan menambah iodium sintetis, mungkin biaya produksinya tinggi (Faqih dan Yahya, 1999).
Contoh produk makanan yang ditambahkan Rumput laut sebagai bahan penambahnya adalah stick Rumput laut, dodol Rumput laut, selai Rumput laut, keripik Rumput laut dan masih banyak lagi, termasuk Kerupuk Rumput Laut.
Kerupuk adalah jenis pangan yang digemari di Indonesia.Berbagai kalangan menyukai jenis pangan ini baik golongan rendah maupun golongan yang tinggi. Kerupuk sangat beragam dalam bentuk, ukuran, bau, warna, rasa, kerenyahan, ketebalan dan nilai gizinya. Perbedaan ini bisa disebabkan pengaruh budaya daerah penghasil kerupuk, bahan baku dan bahan tambahan yang digunakan serta alat dan cara pengolahannya (Adsense, 2009).
Komposisi bahan sendiri beserta pengolahannya akan sangat mempengaruhi kualitas kerupuk, dimana komposisi bahan ini juga mempengaruhi pengembangan pada kerupuk tersebut. Secara umum bahan baku yang digunakan adalah tepung tapioka, sedangkan bahan tambahannya dapat berupa ikan atau udang, telur atau susu, garam, gula, air dan bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar dan sebagainya. Jumlah dan jenis bumbu yang digunakan tergantung pada selera masing-masing (Adsense, 2009).
Kerupuk Rumput Laut adalah makanan ringan yang terbuat dari adonan tepung tapioka dan tepung terigu yang diramu dengan bahan tambahan berupa Rumput laut spesies Eucheuma cottonii dan dengan penambahan bumbu-bumbu, yaitu bawang putih, garam, bumbu pedas dan gula.
Kelebihan dari Kerupuk Rumput Laut yaitu memiliki rasa gurih yang khas, renyah, dan juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Kerupuk Rumput Laut dapat dipasarkan dalam bentuk makanan jadi yang siap dikonsumsi (matang) ataupun makanan setengah jadi (mentah).
Jenis makanan ini biasanya dikonsumsi sebagai makanan yang mampu membangkitkan selera makan dan bisa juga untuk sekedar dikonsumsi sebagai makanan kecil atau camilan saat sedang santai ataupun saat beraktivitas.