
Program PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut) bidang pembudidayaan rumput laut semakin maju di Kabupaten Dompu. Pasalnya, Pemerintah melakukan uji coba sekaligus serah terima mesin pengolahan rumput laut bantuan dari Kementerian Perindustrian RI di susun Ncuni Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa Dompu.
Mesin yang telah resmi dioperasikan itu akanmengolah hasil produksi rumput laut gelondongan menjadi bahan setengah jadi dalam bentuk chip. Adaya mesin ini tentu akan berdampak pada nilai jual rumput laut yangcukup tinggi dari Rp. 7.500/kg menjadi Rp. 48.000/kg. Saat serah terima mesin tersebut, Bupati Dompu Drs. Bambang M. Yasin mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perindustrian yang telah memberikan bantuan mesin dalam mendukung program PIJAR bidang penanaman rumput laut yang berdampak pada peningkatan ekonomi kerakyatan.
“saya memiliki komitmen kuat untuk membangun daerah ini melalui bidang pertanian, peternakan dan kelautandengan mendatangkan sejumlah investor untuk mendirikan perusahaan industri di daerah in,”ungkap H.Bambang yang akrab dipanggil HBY.
Bupati menambahkan, dengan adanya mesin pengolahan rumput laut ini maka akan menambah nila jual produksi rumput laut para petani. “ini merupakan mesin pertama di pulau Sumbawa, maka akan kami jadikan andalan dalam mengelola rumput laut,”ujarnya.
Dalam beberapa bulan kedepan, Kementerian Perindustian juga akan kembali mengalokasikan penambahan satu mesin yang sama.”bila ada tambahan mesin kami siap mengamankannya dengan baik serta merenovasi gedung ini lebih refresentatif agar nyaman dan aman saat para pekerja melaksanakan tugasnya, kata Bupati.
Adanya mesin pengolahan rumput laut ini memberikan harapan baru bagi perkembangan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Dompu. Ini merupakan dukungan besar dari pemerintah pusat dan harapan baru bagi kemajuan Dompu, maka pasti kami akan terus buktikan pembangunan di daerah ini, ujar Bupati.
Bupati mengatakan dirinya sangat paham dengan pengoperasikan mesin tersebut, karena dulu perusahaan yang dipimpinnya ditanah seberang bergerak dibidang kontraktor salah satunya pengadaaan mesin. Oleh karena itu, HBY akan menambahkan beberapa tenaga ahli dalam mengoperasikan mesin rumput laut tersebut, agar tidak menjadi besi tua yang tak dapat digunakan. “selain jagung, kami sangat menaruh harapan dalam membangun perekonomian rakyat melalui rumput laut dan dalam mewujudkan hal tersebut, pemerintah telah memberikan bantuan, pelatihan dan pembinaan kepada para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan budidaya rumput laut,”ujar HBY.
Setelah mesin tersebut diserahterimakan dari Kementerian Perndustrian, HBY mengelolanya kedepan. “siapa yang biasa memberikan keuntungan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang baik buat daerah ini, apakah pihak swasta, Perusda atau koperasi maka dia pantas untuk mengelolanya,”ucap HBY.
HBY menambahkan, dengan adanya mesin ini juga akan menutup peluang bagi pengepul yang sering memainkan harga. “tentu tidak ada lagi permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak, ujarnya. Sembari menantang Kadis Kelautan dan Perikanan untuk mampu menyediakan bahan baku operasional mesin berupa rumput laut. “rumput laut harus tetap ada, jangan ada kata tidak ada,”tantang HBY yang disanggupi Kepala Kelautan dan Perikanan.
Diharapkan juga kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perindustrian agar tidak henti-hentinya mengalokasikan sejumlah mesin lain dalam mendukung dan mengembangkan kemajuan perekonomian rakyat Indonesia dibidang industri, khususnya yang ada di Dompu. “bila ada, kami siap menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk membangun kesejahteraan rakyat,”kata Bupati.
Sementara itu, Ir. Sri Hadiati Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian sekaligus ketua panitia pengadaaan mesin rumput laut mengatakan, pada bulan November 2013 akan ada tambahan mesin yang sama dan ditempat yang sama. “kami berharap, bantuan ini bermanfaat dalam membangun industri menengah didaerah ini, sehingga berdampak pada kemajuan ekonomi rakyat khususnya para nelayan, ujarnya.
Mesin rumput laut yang dibangun dengan dana operasional sekitar Rp. 2 Miliar tersebut juga diharapkan kepada ,masyarakat dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. “Pemda Dompu juga memonitoringnya dengan baik, khususnya pada saat pengoperasiannya, “inginnya.
Ali Fahmi perwakilan dari Badan Pengkajian Kebijakan iklim dan mutu Industri Kementerian Perindustrian mengatakan, dengan adanya mesin ini pengolahan merupakan awal dimulainya tahapan industri rumput laut di Kabupaten Dompu. Ini dapat mempengaruhi harga rumput laut yang mencapai Rp. 48 ribu/kg dalam bentuk chip,”jelasnya.
Diungkapnya, pasar jual rumput laut dalam bentuk chip di Indonesia sangat terbuka luas dengan minat yang cukup besar. “semoga semua ini dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat di Dompu, harapnya.
Ia juga menjelaskan, manfaat lain dari mesin tersebut yakni dapat digunakan untuk pengasapan ikan, sedangkan air limbah dapat digunakan sebagai pupuk. Kami memberikan kuasa penuh untuk pengolahan pabrik ini, apa dikelola langsung oleh pemerintah, swasta, atau BUMN semuanya tergantung Bupati, karena biaya proses operasionalnya sangat besar, “sarannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan, Drs. H. Khaerul Insan, M.Si yang didampingi Drs. Bambang Sugeng Ariadi, MM Kabid AAI Perindag NTB dan Drs. Syahruddin Kabid Industri mengatakan mesin yang bernilai sekitar Rp. 1,3 Miliar ini akan memproduksi bahan setengah jadi untuk pembuatan karagenan dalam bentuk chip. Sebenarnya mesin ini untuk Kabupaten Sika NTT, berhubung Sika tidak memenuhi syarat, maka dialihkan ke Dompu yang juga membudidayakan rumput laut sebagai program unggulan, jelasnya.