
KBRN, Sumenep : Potensi rumput laut di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang mampu menghasilkan hingga 500 ton pertahun, terus menjadi perhatian semua pihak, termasuk pangsa pasar di luar negeri yang memang dijadikan sasaran ekspor.
Bupati Sumenep, Busro Karim, mengaku akan terus melakukan penjajakan dengan kalangan investor, sehingga bersedia menanamkan investasinya guna ikut membudidayakan sekaligus mengembangkan potensi rumput laut di Kabupaten Sumenep.
“Kita tahu jika kebutuhan hampir 90 persen rumput laut di Jawa Timur dipasok oleh Sumenep, namun yang kita sayangkan, sebagian besar kita cuma menjadi penikmat hasil olahan luar negeri, padahal bahannya dari Sumenep,” terangnya, Jumat (02/05/2014).
Bupati juga menyatakan, potensi rumput laut Kabupaten Sumenep yang cukup besar, tidak hanya untuk memenuhi pangsa pasaran ekspor di luar negeri, melainkan pula untuk dimanfaatkan sendiri oleh warga Sumenep, sehingga roda perekonomian pada 120 pulau di Sumenep, ikut pula merasakan dampak positifnya.
“Kita akan usahakan agar di Sumenep ada pabrik tepung yang terbuat dari rumput laut, sehingga semakin bisa melancarkan ekonomi warga,” imbuihnya.
Sementara itu Sekretaris Komisi B DPRD Sumenep, Ahmad Fauzi, mengaku sangat mendukung program dari pemkab. Oleh karenanya dia berharap segera ada pembinaan terhadap para petani rumput laut, sehingga sehingga dari segi produktivitas rumput laut, terus terpacu.
“Semoga ini tidak hanya wacana, melainkan data langkah kongkrit yang bisa dirasakan warga, dan saya sangat mendukung,” tegasnya.
Dari data yang ada pada Dinas Kelautan dan Perikanan Sumenep, pada tahun 2013 lalu jumlah produksi rumput laut di sumenep mencapai 549 Ribu 717,56 ton rumput laut basah, dan 91 ribu 619,59 ton rumput laut kering.