
(Taiwan – ROC) Pengamatan yang dilakuan secara umumnya kebanyakan mengunakan jenis burung untuk langit atau lumba-lumba untuk laut, sementara pihak pengamat tidak dapat menganalisa karakteristik lingkungan mata pengamat sendiri; tetapi dengan penelitian bersama antara Pusat Penelitian Nasional, Pusat Kelautan dan Universitas Cheng Kung dalam “Teknologi Spektral Cahaya Tinggi Bawah Laut”disaat air mengalir dengan stabil, dapat mendeskripsikan kwalitas air dan ekologi, ini merupakan rintisan baru, untuk itu mendapat undangan dari pusat kualitas air Australia untuk melakukan penelitian bersama terhadap ekologi perairan di Australia.
Dikarenakan berkurangnya rumput laut sehingga mempengaruhi kualitas pasir laut, hal ini juga berpengaruh pada kehidupan tumbuhan dan hewan serta konservasi tanah di laut, untuk itu pusat kualitas air Australia dan tim kerjasama Internasional Taiwan, dengan menggunakan teknologi “perencanaan pendeteksian lingkungan” yang telah berjalan 3 tahun, pada awal bulan telah mendeteksi Gulf of Saint Vincent
Assisten prof Departemen of Enviromental Engineering, Universitas Cheng Kung, Chang Tze-hua mengatakan:dia dapat melihat informasi di luar RGB (Red Green Blue) yang dapat ditangkap mata manusia, sehingga dapat mengunakan perpaduan gelombang band khusus ini untuk mendeteksi kesuburan dari rumput laut, jenis dari rumput laut.
Sebelumnya Tim Taiwan juga sempat mengunakan Teknologi Spektral Cahaya Tinggi Bawah Laut untuk mendeteksi terumbu dan karang di Kenting dan Lanyu, tetapi kemudian dirusak oleh datangnya angina topan, untuk itu pengamatan jangka panjang yang mungkin mendapat kendala datangnya angin topan masih memerlukan teknologi tertentu.