
Rumput laut merupakan salah satu sumber devisa negara dan sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir. Selain dapat digunakan sebagai bahan makanan, minuman dan obat-obatan, beberapa hasil olahan rumput laut seperti agar-agar, alginate dan karaginan merupakan senyawa yang cukup penting dalam industri. Sebagian besar rumput laut di Indonesia diekspor dalam bentuk kering. Bila ditinjau dari segi ekonomi, harga hasil olahan rumput laut seperti karagenan jauh lebih tinggi dari pada rumput laut kering. Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai tambah dari rumput laut dan mengurangi impor akan hasil-hasil olahannya, maka pengolahan rumput laut di dalam negeri perlu dikembangkan.
Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi dalam menghasilkan bahan baku rumput laut untuk industri. Berdasarkan data statistik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantaeng tahun 2011 tercatat jumlah RTP pembudidaya rumput laut sebesar 3.197 orang, yang memanfaatkan areal laut � 2.888,8 ha atau sekitar 50,7% dari total luas daerah yang bisa ditanami rumput laut (� 5.375 ha). Karena itu, Kabupaten Bantaeng ditetapkan sebagai Sentra Pengolahan Rumput Laut melalui surat keputusan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Nomor: KEP.08/DJP2HP/2009, dimana Kabupaten Bantaeng menjadi lokasi pengembangan Sentra Pengolahan Hasil Perikanan rumput laut. Sehingga Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu dari 15 sentra pengembangan industri perikanan di Indonesia.
Kelompok Alga�e adalah merupakan sebuah IKM yang berada di Kabupaten Bantaeng dan didirikan pada tahun 2009, dimana dalam perjalanannya merupakan sebuah lembaga usaha yang berkomitmen untuk mengembangkan produk diversifikasi olahan rumput laut. Dengan berbagai edukasi market yang dilakukan hingga bermitra dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun NGO aktif melakukan kegiatan kampanye gemar makan rumput laut diberbagai event, baik event pameran maupun event training.
Seiring berjalannya waktu, Alga�e sempat mengukir beberapa prestasi dalam kategori usaha kecil menengah yang bergerak dibidang perikanan, sebagai juara pertama �Adhi Bhakti Mina Bahari� tingkat propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2010. Dan ditahun yang sama juga berhasil memenangkan peringkat IV Nasional �Adhi Bhakti Mina Bahari� tahun 2010. Beberapa penghargaan juga diperoleh diantaranya bintang pengolahan dari Balai POM Makassar, juga mendapatkan penghargaan sebagai IKM yang mampu menciptakan ikon produk berkarakter dari Pemda Kabupaten Bantaeng.
Dengan keberhasilan yang telah diraih maka pada tahun 2012 Kelompok Alga�e terpilih sebagai lembaga bersertifikat mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) yang ditetapkan melalui surat keputusan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan nomor KEP.67/BPSDMKP/2012. Dengan demikian P2MKP Alga�e Kabupaten Bantaeng yang berada di wilayah pengembangan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Aertembaga menjadi perpanjangan tangan BPPP Aertembaga dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka P2MKP Alga�e Kabupaten Bantaeng melalui BPPP Aertembaga melaksanakan Pelatihan Diversifikasi Olahan Rumput Laut pada tanggal 2 s.d 5 April 2014 (2 Angkatan) dan 14 s.d 17 April 2014 (2 Angkatan) sesuai dengan SK Kepala BPPP Aertembaga nomor : 36/BPPP-BTG/DL.210/III/2014 tanggal 18 Maret 2014. Jumlah peserta yang dilatih sebanyak 40 orang pengolah yang ada di Kabupaten Bantaeng, dimana 17 orang diantaranya merupakan utusan kelompok pengolah dan pemasar yang menerima bantuan PUMP P2HP melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantaeng. Ini merupakan satu bentuk sinergitas antara Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan dengan Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan. Tujuan yang ingin dicapai dengan dilaksanakannya pelatihan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pengolah agar mampu mengolah potensi rumput laut yang ada di daerahnya.
Pada acara pembukaan pelatihan dihadiri oleh Sekretaris Dinas KP Kabupaten Bantaeng (Ir. Hari Rustam, M.Si) sekaligus membuka pelatihan dan juga turut hadir Camat Bantaeng (Andi Mapatoba, S.Sos., MM) yang memberikan apresiasi yang besar pada Balai Diklat Perikanan Aertembaga yang telah memfasilitasi pengembangan dan peningkatan kualitas SDM KP yang ada di Kabupaten Bantaeng.
Metode pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pendidikan orang dewasa (andragogi) dengan saling berbagi informasi dan teknologi antara pelatih/fasilitator dengan peserta maupun antar peserta itu sendiri. Selama proses pembelajaran berlangsung para peserta sangat antusias dan memberikan respon positif.
Materi yang diajarkan yaitu membuat kerupuk rumput laut, dodol rumput laut, sirup rumput laut, selai rumput laut, snack kertas keju rumput laut dan es jelly rumput laut. Peserta diajarkan juga cara pengelolaan pasca panen yang baik yang akan menghasilkan rumput laut tawar bernilai ekonomis tinggi yang siap untuk diolah. Dan yang tak kalah pentingnya dalam proses pengolahan yaitu penerapan proses pengolahan yang sanitasi dan higienis lewat pemberian materi Program Manajemen Mutu Terpadu (PMMT) dan Penggunaan Bahan Dasar dan Bahan Tambahan. Sehingga dihasilkan produk olahan rumput laut yang bernilai tinggi (value added), sehat, higienis dan bebas dari bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaannya.
Produk olahan yang dihasilkan tanpa pasar maka sia-sia. Untuk itu, peserta diberikan materi tentang kewirausahaan yang termasuk didalamnya bagaimana strategi memasarkan produk olahan, menghitung harga pokok penjualan/analisa usaha dan juga kiat-kiat menjadi seorang wirausaha yang sukses. Pada akhir kegiatan pelatihan diserahkan alat praktek pasca pelatihan kepada seluruh peserta dengan harapan agar para peserta dapat menggunakan peralatan tersebut untuk menunjang usaha pengolahan yang akan maupun yang telah di kelola sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan taraf hidup keluarganya... Semoga...