
POLMAN Sejalan dengan visi pemerintah yang akan lebih memajukan potensi kelautan, mahasiswa Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ) yang bermitra dengan kelompok wanita pesisir di Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengembangkan penelitian berupa rumput laut menjadi produk pangan olahan salah satunya Dodol.
Kemitraan kampus dan kelompok wanita nelayan itu juga mampu mengolah rumput laut menjadi steak, Selai, jus dan Keripik.
Salah seorang mahasiswa Unsulbar, Islamuddin, Minggu (16/11) menjelaskan dibawah bimbingan dosen perikanan kelautan, Andi Tenwiraru, rumput laut yang selama ini lebih banyak dijual sebagai bahan mentah mampu diolah menjadi produk produk pangan yang bernilai jual tinggi.
Penelitian dan pengolahan rumput laut menjadi produk pangan olahan ini berlangsung di kelurahan Takkatidung, kecamatan Polewali, kabupaten Polewali Mandar.
Mahasiswa yang sedang ber-KKN di Takkatidung bermitra dengan kelompok wanita nelayan untuk menindaklanjuti hasil penelitian di kampus yaitu bagaimana mengolah rumput laut sehingga lebih bernilai, ungkap Islamuddin.
Sementara itu, Peneliti Kelautan dan Perikanan Unsulbar, Andi Tenriware mengatakan program kemitraan dengan menggandeng kelompok wanita nelayan di kelurahan Takkatidung ini sebagai bagian dari program pengabdian di Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat ( KKN-PPM) dan Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat ( LPPM ) Universitas Sulawesi Barat.
Ia mengungkapkan selain rumput laut, kemitraan dengan kelompok wanita nelayan sejumlah lingkungan di Takkatidung antara lain Lingkungan Kampung Pajala, Alli Alli dan Mangaremba ini juga mengembangkan produk pangan dengan berbahan dasar Ikan, hasilnya antara lain bakso ikan, abon ikan serta nugget ikan.
Hasil uji hasil pangan juga sangat positiv, 150 responden yang mencoba makanan olahan itu menyatakan rasanya sudah cocok, kampus juga sudah mempresentasekan di tingkat provinsi, kata Andi Tenriware.
Ditempat terpisah, Koordinator KKN Unsulbar wilayah Polewali Mandar, Arafat Abdullah menyatakan kegiatan mahasiswa di kelurahan Takkatidung dalam program Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat diharapkan dapat lebih memajukan ekonomi warga khususnya yang berada di pesisir.
Arafat mengungkapkan sejak awal kampus menekankan kepada mahasiswa bahwa saat ber KKN di tengah masyarakat dapat membawa perubahan baik dari segi ide maupun dari perilaku dalam hal ini bidang perekonomian.
Pengolahan rumput laut dan ikan menjadi bahan pangan jadi tentu dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan, bila selama ini hanya tergantung pada hasil tangkapan, dengan mengolah menjadi produk lain tentu nilai jualnya lebih tinggi, itu yang kita terus dorong, KKN dapat menjadi bagian solusi di masyarakat, kata yang juga dosen Agribisnis Unsulbar.