
Medan - Dua dosen Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen (UHN) Rosnawyta Simanjuntak dan Hotman Manurung berupaya mengurangi penggunaan tepung terigu. Dan, upaya yang dilakukan yakni melakukan penelitian pengolahan rumput laut dan labu kuning sebagai bahan subtitusi terigu pada pembuatan mie.
“Dengan substitusi rumput laut sekira 25 persen maka penggunaan tepung terigu akan berkurang,” ungkap Rosnawyta pada sosialisasi kreasi mie basah rumput laut yang diadakan di kampus Universitas HKBP Nommensen baru-baru ini.
Untuk diketahui, kata dia, permintaan masyarakat akan produk pengganti sumber karbohidrat selain nasi membuat mie menjadi alternatif pengganti yang sangat diminati. Sayangnya, hingga saat ini terigu yang digunakan masih diimpor. Akibatnya, devisa negara tersedot ke luar negeri dan efek jangka panjangnya menyebabkan ketahanan pangan di Indonesia bergantung pada bahan impor.
Hotman Manurung yang juga menjadi pembicara dalam sosialisai tersebut menambahkan bahwa rumput laut ini akan memperkaya kandungan zat gizi trace element, khususnya yodium yang berkisar 0,1% - 0,15% dari berat keringnya serta kandungan pangan (dietary fiber) yang berguna memperlancar pencernaan.
Selain mie basah berbahan rumput laut, kedua dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UHN ini juga berhasil mengembangan mie basah rumput laut labu kuning dengan substitusi rumput laut dan labu kuning mencapai 30%.
“Labu kuning mempunyai kandungan beta karoten (pro vitamin A) cukup tinggi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mata. Selain itu, warnanya yang keemasan akan memberikan warna yang menarik pada mie yang dihasilkan,” jelas keduanya di hadapan Rektor UHN Jongkers Tampubolon, Wakil Rektor IV Pohan Panjaitan, Dekan Fakultas Peternakan sekaligus Ketua Lembaga Penelitian UHN Prof Hasan Sitorus, Guru Besar Fisipol Prof Monang Sitorus, sejumlah dosen, pegawai dan mahasiswa yang ikut mencicipi hasil kreasi mie tersebut.
Melalui sosialisasi ini, keduanya berharap civitas akademika UHN mengenal sekaligus mengetahui manfaat mengonsumsi mie basah rumput laut. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pembukaan Unit Usaha Pengolahan rumput laut di UHN yang akan dikoordinir oleh dosen Program Studi ITP FP UHN.
Rosnawyta dan Hotman Manurung juga mengatakan bahwa penelitian mereka menjadi bagian dari Penelitian Hibah Bersaing DP2M Dikti untuk tahun kedua, dengan judul Sosialisasi dan Pengembangan Kapasitas Unit Usaha Mie Basah Komposit Rumput Laut Labu Kuning.
Buah karya mereka pun berhasil mendapat penghargaan dari Walikota Medan dalam rangka penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang diserahkan Kepala Balitbang Kota Medan, Hasan Basri tanggal 8 Juli 2013. Penghargaan tersebut diperoleh berkat kegiatan peneliti yang telah menerapkan hasil penelitian pengolahan rumput laut kepada masyarakat di beberapa daerah khususnya masyarakat Desa Tapian Nauli I, Kabupaten Tapanuli Tengah.