
KALIANDA - Petani rumput laut di kawasan Minapolitas di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan disarankan menggunakan metode long line (tali panjang) untuk budidaya rumput laut, karena lebih menguntungkan. Metode ini lebih menguntungkan dibanding dengan cara budidaya lepas dasar atau metode rakit apung dan metode lepas dasar.
Metode long line tepat diterapkan pada areal perairan antara interdal dan subtidal dimana pada saat air surut terendah dasar perairan masih terendam air serta lebih banyak memanfaatkan perairan yang relatif dangkal.
Metode ini dapat diterapkan di perairan yang relatif dalam maupun dangkal yang mempunyai keunggulan-keunggulan tertentu dibandingkan dengan metode lain. Metode ini sudah diterapkan kepada petani rumput laut di Nusa Tenggara Barat dan memberikan hasil yang menggembirakan.
Dengan menggunakan metode ini para petani rumput laut bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Sedangkan hasil yang didapat kisarannya, bisa lebih banyak 50 persen dibandingkan dengan metode yang digunakan sekarang ini.
Selain itu, jika masyarakat petani rumput laut dikawasan minapolitan bisa menerapkan metode tersebut, diyakini bisa meningkatkan penghasilan dari budidaya rumput laut tersebut.
Posisi metode long line ini posisinya berada agak ke tengah pantai. Jadi, menggunakan jangkar dan terapung. Di tengah pantai, gerusan ombak juga lebih kecil dan teratur, sehingga rumput laut mudah berkembang dan hasilnya bisa memuaskan.