
Saat ini telah dikenal bakso dari campuran rumput laut sebagai bahan pengisi untuk meningkatkan kandungan serat dalam upaya untuk menciptakan pangan fungsional, dapat disimpulkan jika mengkonsumsi makan berserat tinggi akan memperlancar proses pencernaan makanan dalam tubuh. Rumput laut yang digunakan dalam pembuatan bakso adalah rumput laut yang telah dikeringkan kemudian dihancurkan sehingga berbentuk serbuk.
Penambahan rumput laut selain untuk menambah serat juga agar bakso yang dihasilkan akan lebih kenyal baik keadaan panas maupun dingin, Selain itu teksturnya lebih lembut dibandingkan dengan bakso pada umumnya.
Bahan-bahan yang digunakan cukup mudah untuk memperolehnya, yaitu: Daging (sapi/ayam/ikan), STPP, tepung tapioka, rumput laut, garam, gula pasir, bawang putih, dan merica bubuk dan es batu
cara pembuatannya sama dengan pembuatan bakso biasa, namun hanya bahannya saja kita tambahkan rumput laut. Cara kerjanya, cuci bersih daging, potong-potong ukuran kecil, haluskan daging, garam, gula, bawang putih, merica dan es batu dengan food processor. Tambahkan tepung tapioka, serbuk rumput laut dan STPP sambil diaduk hingga rata (homogen). Bentuk adonan menjdi bola-bola, masukkan ke dalam panci berisi air hangat (suhu 60 oC hingga 80 oC). Rebus bola-bola daging dengan suhu 100 oC selama 15 menit. Angkat dan tiriskan. Bakso siap disajikan.