
Siapa yang tidak mengenal rumput laut atau alga atau seaweed? atau jangan-jangan ada yang belum pernah mencicipi makanan dari rumput laut. Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan negara penghasil rumput laut no 2 di dunia lho…setelah Filipina.
Hmmm….rumput laut, pasti yang terbayang adalah pudding (agar-agar), es rumput laut (itupun ada kalau bulan puasa saja), dodol rumput laut, dan manisan rumput laut. Sayangnya , meskipun rumput laut melimpah namun produk olahannya (diversifikasi rumput laut) belum optimal dan tidak menasional. Produk makanan ringan rumput laut tersebut hanya di daerah-daerah penghasil rumput laut saja seperti Bali, Lombok, dan sebagian di daerah Sulawesi. Produk-produk rumput laut sejenis makanan ringan yang beredar secara nasional didominasi produk import dari Thailand dan Korea.
Rumput laut pada umumnya memiliki kandungan nutrisi yaitu air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan mineral seperti kalsium selenium, besi, magnesium dan natrium. Mengkonsumsi rumput laut memiliki banyak manfaat. Kandungan serat rumput laut dapat mencegah kanker serta membantu penyerapan kelebihan garam pada tubuh sehingga dapat mengatasi hipertensi dan stroke.
Rumput laut juga mengandung unsur selenium dan seng yang tinggi, kedua unsur ini berperan pada penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Rumput laut merupakan sumber makanan yang bersifat basa sehingga membantu memperlancar proses metabolisme lemak, mengurangi resiko obesitas (kegemukan), menurunkan kolesterol darah dan gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.
Wooowww, ternyata rumput laut banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan bisa diolah berbagai macam panganan. Ayo, biasakan kita mengkonsumsi rumput laut sehingga tubuh kita sehat, masak kita hidup di negara penghasil rumput laut terbesar no 2 di dunia tetapi jarang bahkan sama sekali tidak mengkonsumsinya.