
Tahukah sobat jika kita menambahkan rumput laut kering sekitar 2 persen dalam makanan domba dan sapi, kita bisa mengurangi emisi metana lebih dari 70 persen.
Kabarnya ternak mampu menyumbang gas metana sebesar 44 persen dari seluruh metana yang disebabkan manusia. Gas hewan ternak memiliki 36 kali potensi pemanasan global karena mengandung CO2 dan melepaskan ke atmosfer setiap tahun dari bersendawa dan kentutnya.
Baru-baru ini telah dikembangkan sebuah penelitian yang berbahan dasar rumput laut yang mampu mengurangi 3,1 gigaton gas metana menjadi sekitar 2.17 gigaton.Para ilmuwan memperkirakan Global Warming Potential (GWP) dari setiap emisi didasarkan pada dua faktor utama yaitu kemampuan metana untuk menyerap energi dan berapa lama gas tersebut tinggal di atmosfer kita.
Metana di atmosfer, di sisi lain, memiliki GWP dari 28-36 lebih dari 100 tahun pertama dalam sistem iklim bumi. Itu berarti panjang umur hidup metana di atmosfer jauh lebih pendek daripada karbon dioksida, tapi ukuran 36 kali bukan merupakan pencemaran yang dapat disepelekan karena lebih efisien dalam menyebarkan radiasi.
Bahkan, laporan terbaru dari Panel antar pemerintah tentang perubahan iklim menemukan bahwa selama 20 tahun pertama di atmosfer, metana memiliki GWP sebesar 86 kali. Itu berarti dalam jangka pendek, metana memiliki kapasitas untuk menghangatkan planet dengan 86 kali dalam CO2.
Emisi metana dari ternak berasal dari kentut mereka namun kentut mereka bukan alasan pertama dari penyebab menyebarnya gas metana seperti yang kalian bayangkan. Bersendawa yang dikeluakan oleh hewan ternak benar-benar mampu membuat 90 persen emisi metana dan kentut mereka menyumbang sekitar 10 persen sisanya.
Lantas bagaimana kira-kira rumput laut mampu mengurangi emisi metana?Pada akhir tahun 2015 ketika sebuah tim dari Australia menemukan bahwa jenis rumput laut tertentu yang disebut Asparagopsis Taxiformis, mengurangi produksi metana lebih dari 99 persen di laboratorium. Itu angka yang mengesankan tetapi tidak benar-benar berarti banyak sampai itu diterapkan untuk hewan nyata. Nah, peneliti dari James Cook University di Queensland menemukan cara bahwa mereka bisa memotong sejumlah besar emisi metana dengan jumlah yang sangat kecil dari rumput laut tersebut.
Mereka memiliki hasil yang diuji cobakan pada seluruh domba di Queensland bahwa jika Asparagopsis diumpankan ke domba sebesar 2 persen dari makanan mereka, mereka mampu menghasilkan antara 50 dan 70 persen lebih sedikit metana selama periode 72 hari secara terus yang dilansir dari Sciencealert, Kamis (20/10/2016).