Sebulan terakhir ini, harga rumput laut menurun terus. Sejak sebulan lalu mencapai sekitar Rp. 5000,- di Bantaeng dan Bulukumba, sekarang hanya berkisar Rp. 4000. Malahan di Jeneponto dan Takalar, Petani hanya dibayar Rp. 3500 perkilonya
Pertemuan Petani Rumput Laut Indonesia di Bali pada tanggal 4 – 7 Mei 2005, diselingi dengan peresmian (launching) website JaSuDa (Jaringan Sumber Daya) yang dikelola SEAPlantNet, sebagai penguat program Agribussines Linkages IFC-PENSA.
Keberdayaan petani rumput laut hanya dapat dicapai melalui peningkatan partisipasi petani, tak hanya partisipasi dalam penentuan harga dan mekanisme pasar, tetapi juga partisipasi dalam perencanaan pembangunan didesanya.
Budidaya rumput laut disepanjang pesisir pantai Sulsel kini telah memberikan income secara signifikan terhadap keluarga nelayan. Kegiatan ini tidak terlepas dari campur tangan para perempuan dan anak-anak dari keluarga mereka.
Melalui website di internet anda dapat mempromosikan kelompok tani anda atau perusahaan anda secara detail mengenai kegiatan, usaha, penawaran dan lainnya.
Pada minggu ke 3 April ini, merupakan minggu bahagia bagi rata-rata petani rumput laut kecamatan Bontobahari Bulukumba. Hampir semua petani disibukkan oleh aktifitas panen dan pemasangan bibit rumput laut
Petani rumput laut Mattoanging-Bantaeng disibukkan oleh angin yang bertiup kencang sejak tanggal 18 April. Pasalnya, rumput laut yang sedianya dipanen minggu ini banyak yang rontok disapu gelombang.
Pada hari Rabu 13 April 2005, Bruce Wise (PM IFC-PENSA MKS) beserta Tim berkunjung langsung dan berdiskusi dengan petani rumput laut di Takalar Lama. Diskusi ini adalah rangkaian kegiatan pemantauan Terminal JASUDA yang baru dibuka 8 April lalu.
Setelah membuka di Kabupaten Bantaeng dan Maumere, SeaPlant.Net – PENSA membuka lagi satu Terminal JaSuDa (Jaringan Sumber Daya) pada tanggal 8 April 2005 lalu di Kecamatan Pattalassang - Takalar Lama, Kabupaten Takalar.
Rumput laut pada waktu ini menjadi salah satu komoditas pertanian penting yang makin banyak dibudidayakan karena permintaan makin meningkat dan kandungan agar serta karagenan (Carrageenan) yang penggunaannya makin meluas.