
Takalar 20 April 2026, upaya pengembangan komoditas rumput laut terus diperkuat melalui kegiatan Integrated Ulva spp. Value Chain Training yang dilaksanakan di Aula Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Kabupaten Takalar. Kegiatan ini menghadirkan UNIDO, Kabalai BPBAP Takalar, Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya, Penyuluh dan Staf dari Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga masyarakat pembudidaya yang ada di Kabupaten Takalar.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami rantai nilai (value chain) komoditas Ulva spp., mulai dari tahap budidaya, pascapanen, hingga peluang pengembangan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait teknik budidaya Ulva yang efektif dan berkelanjutan, pengelolaan kualitas hasil panen, serta strategi pemasaran. Selain itu, dibahas pula peluang kolaborasi antara sektor industri dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem bisnis rumput laut.
Khairil Jamal, selaku pemateri pada pelatihan tersebut menyampaikan bahwa Ulva memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri, baik untuk pangan, kosmetik, maupun sektor lainnya. Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM menjadi langkah penting dalam mendukung hilirisasi produk. Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, sehingga berbagai tantangan di lapangan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi berlangsung.
Boedi Sardjana Julianto selaku perwakilan dari UNIDO, menyatakan bahwa “Melalui pelatihan ini, diharapkan terbentuk sinergi yang kuat antar pihak dalam mengembangkan budidaya Ulva secara terintegrasi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Takalar”.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor diharapkan terus berlanjut guna mendorong pertumbuhan industri rumput laut yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.