
Takalar, Sulawesi Selatan – CV Posko Jasuda bersama program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia) kembali memulai siklus kedua penelitian budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii (Cottonii) di Kabupaten Takalar. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang bertujuan menghasilkan teknologi dan rekomendasi budidaya yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan bagi pembudidaya rumput laut.
Siklus kedua penelitian diawali dengan proses penanaman bibit Cottonii di lokasi penelitian yang telah ditetapkan. Penanaman dilakukan menggunakan metode budidaya yang telah disusun berdasarkan hasil evaluasi pada siklus pertama, dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan perairan serta penerapan praktik budidaya yang baik (Good Aquaculture Practices).
Penelitian kolaboratif ini bertujuan mengevaluasi pertumbuhan rumput laut, tingkat kelangsungan hidup, produktivitas, serta faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi keberhasilan budidaya. Selama masa pemeliharaan, tim peneliti akan melaksanakan monitoring secara berkala untuk mengumpulkan data mengenai pertumbuhan, kesehatan tanaman, dan kualitas perairan sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis bagi pembudidaya.
Selain menghasilkan data ilmiah, penelitian ini juga menjadi sarana berbagi pengetahuan antara peneliti, pelaku usaha, dan pembudidaya. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan dapat mempercepat penerapan inovasi budidaya di tingkat lapangan sehingga manfaat penelitian dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat pesisir.
Kabupaten Takalar dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu sentra produksi rumput laut di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Melalui dukungan berbagai pihak, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan model budidaya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi rumput laut Cottonii.
CV Posko Jasuda meyakini bahwa sinergi antara dunia usaha, lembaga penelitian, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci dalam mempercepat inovasi sektor kelautan. Oleh karena itu, kolaborasi bersama KONEKSI diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan pembudidaya, penguatan rantai pasok, dan pengembangan ekonomi biru di Indonesia.
Dengan dimulainya siklus kedua penelitian ini, seluruh tim optimistis bahwa hasil yang diperoleh akan semakin memperkaya informasi ilmiah mengenai budidaya Cottonii di perairan Takalar serta menjadi dasar dalam pengembangan teknologi budidaya yang lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan dan kebutuhan industri di masa mendatang.