
Kegiatan penelitian budidaya yang dilaksanakan oleh tim Jasuda bersama program KONEKSI resmi memasuki tahap penting melalui penanaman siklus pertama (Cycle 1). Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi berbeda, yaitu Desa Aeng Batu-batu, Kecamatan Galesong Utara pada 26 Mei 2026 serta Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone pada 1 Juni 2026. Kedua lokasi ini dipilih sebagai representasi kondisi ekosistem pesisir yang berbeda untuk mendukung penguatan data penelitian secara komprehensif.
Tahap awal penelitian ini menjadi fondasi penting dalam proses pengumpulan data lapangan yang terstruktur, sekaligus mendukung pengembangan metode budidaya berbasis riset yang lebih presisi dan aplikatif. Dalam pelaksanaannya, tim Jasuda melakukan berbagai pengukuran teknis yang menjadi standar utama dalam penelitian budidaya, mulai dari pengukuran panjang tali bentang, jarak antar cincin pada sistem longline, hingga analisis berat tali bentang dalam kondisi kosong maupun setelah penanaman bibit.
Sebanyak 12 tali bentang digunakan dalam kegiatan ini, yang kemudian dirakit menjadi sistem double line sehingga membentuk enam tarikan utama sebagai unit observasi penelitian. Sistem ini dirancang untuk memastikan data yang dihasilkan lebih akurat, konsisten, dan mudah dianalisis pada tahap pemantauan selanjutnya.
Dengan adanya kegiatan ini, penelitian diharapkan mampu menghasilkan data ilmiah yang valid dan dapat diandalkan sebagai dasar pengembangan teknologi budidaya yang lebih efektif, efisien, serta berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Takalar. Lebih dari itu, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara riset lapangan dan implementasi nyata dalam pengelolaan sumber daya pesisir.