Untitled Document
Jumat , 03 Juli 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Rumput Laut Terbaik Ada di NTT, Digunakan Sebagai Diversifikasi Pangan Lokal
Selasa, 24 Dec 2024 - Sumber: https://kupang.tribunnews.com/ - Terbaca 1711 x - Baca: 02 Jul 2026
 
KUPANG - Pakar Budidaya Perairan Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Dr. Ir. Marcelien Djublina Ratoe Oedjoe, M.Si mengatakan, rumput laut dari Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rumput laut dengan kualitas terbaik karena kondisi lautnya yang masih bersih. Dengan kualitas terbaik, maka rumput laut bisa diolah sebagai bahan pangan untuk mencegah stunting pada anak-anak NTT. Demikian disampaikan dalam Undana Talk, Senin, 23/12/2024.

Seperti apa pemanfaatan rumput laut dalam memperkaya keragaman pangan lokal, berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama Pos Kupang.

Apa itu diversifikasi pangan?
Diversifikasi pangan artinya beragam. Jadi nanti kita bisa mengolah macam-macam makanan dari rumput laut. Tapi bukan hanya pangan, bisa juga non pangan, kosmetik, obat-obatan maupun tadi biofuel.

Apa kelebihan rumput laut sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pencegah stunting?
Berbicara tentang rumput laut ini kalau kita lihat kandungan gizi atau nutrisinya itu ada protein, karbohidrat, ada vitamin, ada mineral maupun asam omega 3, yang fungsinya sangat besar untuk pertumbuhan, untuk otak, jantung dan sebagainya, untuk energi karena dia penghasil ATP (Adenosine triphosphate), itu paling besar dari rumput laut karena ada karbohidrat dia cepat berubah untuk menghadirkan energi karena ada glukosa.

Begitu juga protein ada energi. Lemak juga ada energi. Paling tinggi kan lemak, energinya 9 kilo kalori (kkal). Itu semua kita butuh untuk terutama kalau untuk mengatasi stunting yaitu kita anjurkan calon-calon pengantin yang mau menikah itu harusnya makan makanan dari rumput laut.

Kita tahu stunting itu dimulai dari janin jadi sebaiknya sudah harus makan dari hamil maupun sampai melahirkan karena nutrisinya sangat tinggi.

Budidayanya juga sangat cepat. 45 hari kita sudah panen. Tidak butuh air tawar, tidak butuh pupuk, tidak butuh obat, untuk semua jenis rumput laut.

Kita di NTT dengan potensi daerah kepulauan dimana kita punya garis pantai 5.700 kilometer, kita terdiri dari pulau-pulau, kita bisa pergunakan ini sebagai makanan lokal dan juga salah satu strategi mengatasi stunting, terutama masyarakat yang hidup di pesisir.

Ini lebih murah dan ekonomis jika dibandingkan dengan kita membeli vitamin-vitamin yang sudah diproduksi secara luas ?
Iya. Ini asli, lebih alami. Istilahnya kita kembali ke alam. Bahan-bahan organik yang kita butuh.

Hasil penelitian kami, bekerja dengan PT. Inovasi Blue Dragon, PT. Astagina Itu mereka semua tertarik datang ke NTT karena rumput laut karena di NTT rumput laut adalah komoditas unggul. Di tingkat nasional juga unggul, itu dari Bappenas sudah tentukan.

Mengapa? Karena biayanya sangat kecil, budidayanya juga hanya 45 hari sudah panen, dapat duit, tidak butuh air tawar, tidak butuh obat-obatan dibandingkan dengan tanaman di darat kan butuh pupuk dan sebagainya, ini tidak. Asal kita rajin kontrol. Rugi kalau kita abaikan karena gizinya sangat lengkap.

Kalau dilihat masyarakat di Tablolong, Semau, Sulamu, ketika saya datang di Kota Kupang tahun 1986 itu, minta maaf, rumahnya masih biasa-biasa, rumah bebak. Tapi sekarang rumah tembok semua, mereka bilang mama, ini hasil dari rumput laut. Bayangkan. Anak-anaknya kuliah dari hasil rumput laut.

Berarti impactnya ke mana-mana kalau kita bicara tentang rumput laut?
Iya. Asal kita mau punya motivasi, punya komitmen untuk itu. Yang sudah ada di depan ini sudah dianugerahkan oleh Tuhan jangan kita abaikan. Kan kadang rumput laut ini tumbuh banyak tanpa kita budidaya bisa tumbuh.
Ketika saat laut surut orang Kupang bilang "meting" itu banyak sekali rumput laut, jenis-jenisnya juga banyak.

Di NTT rumput laut ada berapa jenis?
Hampir 30 jenis untuk Kabupaten Kupang sedangkan kalau tingkat nasional itu mencapai 700 jenis. Betapa kayanya alam kita.

Tapi kenapa kita bisa stuntingnya tinggi ya itu mungkin karena mindset kita atau karena budaya, mungkin juga kadang kita berpikir kalau kita makan rumput laut kurang keren.

Mindset itu harus kita ubah pelan-pelan bahwa ternyata di rumput laut itu ada semua kandungan yang dibutuhkan.

Apa saja produk-produk yang sudah dihasilkan dari rumput laut ini?
Ada yang sudah kami buat itu bakso, mie yang saya dapat merk dagang sebagai HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), itu kami sudah sering buat dan ada kerjasama dengan pihak luar, kemarin kita sudah tanda tangan MoU dengan pak Rektor.

Mereka minta Undana buat produknya nanti mereka pasarkan. Macam-macam mereka minta, tinggal nanti kita harus kerjasama dengan pembudidaya supaya kontinuitas role material itu tetap berlangsung.

Nanti dengan pembudidaya di Semau kita minta jadi mereka siap bahan bakunya, kami di Undana mulai proses. Kita buat macam-macam nanti mereka yang jual.

Bagaimana anda melihat perkembangan rumput laut di NTT ?
Untuk pembudidaya mereka memang sekarang pada lari ke rumput laut karena mudah ditanam, tidak butuh biaya terlalu banyak dibandingkan dengan kita tanam yang lain karena dia adalah zat hijau daun untuk menangkap CO2 (Karbondioksida), salah satunya itu, jadi saya bilang kalau bisa kita hijaukan saja pantai yang 5.700 kilometer itu dengan macam-macam rumput laut. Tapi memang yang masih dibudidaya sementara yaitu Eucheuma cottonii, Kappaphycus alvarezii, Gracilaria dan Sargassum. Yang lainnya masih hidup liar tapi tidak apa-apa tinggal kita petakan, yang ini tumbuh pada bulan apa, sampai kapan, kalau mau budidaya tinggal pakai talus atau steknya. Kalau pada tanaman umbi kan stek tapi ini talus. Kita petik, kita ikat, tanam sudah. Mudah. Tidak butuh macam-macam setelah itu 45 hari kita sudah panen. Mau jual mentah oke, mau jual kering oke, atau kita nanti olah, ada nilai tambah jadi lebih baik kita olah buat macam-macam itu mudah sekali.
 
 
 
More Berita
 
1 . Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang
  Rabu, 24 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 71 x
2 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 59 x
3 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Pe
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 51 x
4 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 95 x
5 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 105 x
6 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 102 x
7 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 131 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 55 x
2 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 127 x
3 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 116 x
4 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 130 x
5 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 206 x
6 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 230 x
7 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 258 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,652,369 Kali
Member JaSuDa 10,770 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin