Untitled Document
Minggu , 21 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Harapan Itu Masih Ada
Senin, 11 Oct 2010 - Sumber: Boedi Julianto - Terbaca 5708 x - Baca: 20 Jun 2026
 
Menjadi petani bagi penduduk Tambeanga bukanlah satu cita-cita. Hanya karena rasa syukur untuk mengolah alam atau terlahir di lingkungan dengan keterbatasanlah yang menempa mereka menjadi petani sejati. Petani yang dengan setia bekerja di ladang, sawah atau kebun mereka dengan tetesan keringat dan air mata karena tidak mampu keluar dari rantai perdagangan komoditas yang menjadikan mereka pada posisi paling bawah penanggung beban ekonomi dan kehidupan.

Tambeanga, salah satu desa pesisir pantai di kecamatan Laonti, kabupaten Konawe Selatan terletak sekitar satu setengah jam perjalanan dengan boat atau perahu kayu 40 PK dari teluk Kendari. Deburan ombak laut Banda sangat kuat terasa ketika agin selatan kuat menerpa pesisir Tambeanga. Nasib penduduk Tambeanga sepertinya sedikit berubah sejak menanam rumput laut lima tahun lalu. Paling tidak sekarang ada tiga hasil usaha yang bisa diandalkan untuk menopang keuangan keluarga.

Jambu mete, cengkeh dan rumput laut menjadi tumpuan penghasilan petani Tambeanga. Hanya saja tingkat kesejahteraan hidup masih jauh dari harapan karena pohon mete dan cengkeh yang sudah puluhan tahun tidak menghasilkan buah seperti dulu. Hanya rumput laut yang sekarang ini jadi harapan, itupun jika cuaca bersahabat dan ada pengumpul lokal yang mau memberikan pinjaman modal usaha untuk membeli bibit, tali, jangkar dan pelampung.

Pengumpul lokal tidak bisa dipisahkan dari rantai nilai usaha rumput laut. Tanpa peran pengumpul lokal yang “berjasa” memberikan modal awal dan pemasaran tidak akan ada usaha rumput laut di pesisir Tambeanga, yang mungkin juga terjadi di daerah pesisir lainnya. Lembaga keuangan non bank, apalagi bank komersial tidak tertarik melirik dan mau memberikan pinjaman modal kepada petani karena usaha ini tergolong “high risk”.

Belum lagi sulitnya akses transportasi dan informasi pasar menjadi penyebab rendahnya harga beli rumput laut di Tambeanga. Ketergantungan petani kepada pengumpul lokal menjadi semakin kuat jika terjadi “monopoli” jaringan perdagangan rumput laut. Hanya pemain besar dengan modal kuat menguasai pasar dan mendikte harga di tingkat lokal dengan alasan kualitas.

Pernahkah kita bayangkan jika hasil kerja keras tidak dihargai dengan adil? Beberapa petani telah bekerja keras mengeringkan rumput laut seperti yang diminta pembeli. Nasib petani Tambeanga sepertinya belum bisa berubah selama pembeli masih memberlakukan potongan harga dan berat rumput laut kering sampai 20% dari harga yang semestinya dibayarkan petani.

Dengan terpaksa petani Tambeanga harus kehilangan 200 kg yang setara dengan Rp 1.600.000 setiap menjual satu ton rumput laut kering ke pembeli di Kendari. Mekanisme pasar dan rantai nilai yang tidak dikelola dengan baik telah menjadikan petani Tambeanga terpuruk.

Petani tidak mungkin menarik rumput laut keringnya yang dikirim ke gudang pembeli di Kendari karena biaya transportasi sewa perahu motor dan tenaga kerja senilai Rp 500.000 setiap pengiriman rumput laut kering dua ton sudah terlanjur keluar. Jika dibawa pulang kembali, petani rugi dua kali karena hilangnya biaya operasi dan petani tidak mendapatkan uang untuk keperluan sehari hari dan membayar hutangnya.

Entah sampai kapan petani Tambeanga bisa mandiri, mempunyai alat transportasi, mendapatkan akses keuangan dari bank, menemukan mitra bisnis dan pasar yang adil? Semoga saja koperasi Bina Bahari yang hampir dua tahun berdiri dan mendapatkan dukungan dari petani bisa memberikan solusi meskipun saat ini baru bisa memberikan kredit tanpa bunga untuk pembelian bibit, membantu secara teknis peningkatan produksi dan kualitas serta mencarikan pembeli yang bisa menghargai kerja keras petani.

Harapan selalu ada bagi petani Tambeanga untuk mengubah nasibnya asalkan petani dan pemangku kepentingan mempunyai komitmen untuk melakukan perubahan dan perbaikan yang berkelanjutan.

 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 68 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 78 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 77 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 107 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 122 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 112 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 104 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 85 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 90 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 118 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 181 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 206 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 230 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 249 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,779 Kali
Member JaSuDa 10,764 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin