Untitled Document
Jumat , 19 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Rantai Nilai Cottonii dan Ironi Negeri Bahari
Senin, 22 Nov 2010 - Sumber: Boedi Julianto - Terbaca 5973 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Pernahkah Anda bayangkan harga barang naik lima kali lipat dalam setahun? Ketika menjelang lebaran harga cabe naik berlipat-lipat sampai wajah ibu rumah tangga ikut pula terlipat alias berkerut karena beli sebiji cabe merah seharga lima ribu rupiah. Anehnya, kejadian tersebut berulang kembali menjelang lebaran. Ironis sekali, kejadian ini terjadi di negeri agraris yang tanahnya subur dan luas terbentang.

Ternyata hal tersebut juga terjadi pada rumput laut laut cottonii yang merupakan salah satu primadona ekspor Indonesia dari hasil laut. Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang memacu produksi rumput laut kering termasuk cottonii sebesar satu juta ton. Target tersebut dicanangkan untuk mengejar China yang masih menjadi penghasil rumput laut kering dunia dengan total produksi sekitar 699,329 ton atau 47% total rumput laut kering dunia.

Sebagai negeri bahari, Indonesia bisa berbangga karena telah menggeser dominasi Filipina sebagai penghasil dan pengekspor cottonii kering terbesar dunia sejak tahun 2008. Namun sayangnya bukan negeri ini yang mengendalikan harga. Ironis sekali, negeri bahari penghasil 95,120 ton cottonii kering tahun 2009 atau 60% total produksi cottonii kering dunia tunduk pada kekuatan pasar China dan Filipina. Tahun 2009, Filipina hanya menghasilkan 75,000 ton cottonii kering dan China tidak sampai 3,000 ton karena cottonii hanya cocok berkembang di negeri tropis.

Mengapa Indonesia tak mampu mengendalikan harga cottonii? Penyebabnya tak lain dan tak bukan karena rantai nilai cottonii Indonesai tidak optimal. China menyerap cottonii dari negeri ini sebesar 50%, Filipina 20% dan sisanya diserap pasar Spanyol, Denmark, Korea Selatan, USA, Perancis, Chili dan Brazil.

Ironisnya tidak lebih dari 15% cottonii kering diproses di dalam negeri sebagai tepung rumput laut atau karaginan yang mempunyai nilai tambah sepuluh kali lipat dari bahan bakunya. Dan yang lebih menyakitkan lagi, industri pangan, pakan ternak, kosmetik, farmasi dan pengguna karaginan negeri ini harus impor dari luar negeri.

Apa yang salah dengan rantai nilai cottonii Indonesia? Idealnya rantai nilai cottonii mencakup semua aktivitas yang sebagai berikut:
• menjadikan cottonii mempunyai nilai tambah melalui Riset and Development (R&D)
• ketersediaan bahan baku, peralatan dan keahlian teknologi pengolahan
• mengubah cottonii menjadi produk akhir yang langsung dapat dikonsumsi
• distribusi dan pemasaran ke pelanggan yang didukung informasi
• tata kelola dan praktik usaha yang baik dengan perbaikan berkelanjutan

Indonesia masih tertinggal dalam R&D yang mampu mengubah cottonii menjadi produk yang dapat langsung dikonsumsi. R&D tidak hanya kemampuan mengolah cottonii menjadi produk bermutu tinggi yang dibutuhkan pelanggan. Pada tahapan pembibitan dan budidaya juga diperlukan R&D untuk perbaikan bibit yang punya daya tahan terhadap penyakit.

Dalam hal ini Filipina lebih maju karena lebih dulu berpengalaman dan didukung oleh tumbuhnya industri pengolahan dengan teknologi tinggi dan tenaga ahli. Sebagai penghasil karaginan terbesar dunia, berbagai macam produk akhir yang dihasilkan Filipina banyak diserap untuk aplikasi food ingredients, health and personal care, and nutraceuticals.

Ketersediaan bahan baku, distribusi dan pemasaran cottonii di Indonesia masih perlu dibenahi karena tingginya biaya transportasi. Biaya pengiriman satu container cottonii kering dari Ambon ke Surabaya lebih mahal dibandingkan Surabaya ke China. Selain itu pusat produksi cottonii seperti Sulawesi Tenggara dan Selatan tidak mempunyai akses ekspor secara langsung.

Untuk mengeksor satu container cottonii dan hasil olahannya dari Makassar ke Eropa, produsen harus menempuh jalur domestik Makassar – Surabaya – Jakarta. Setelah itu, container baru bisa dikirim langsung ke Eropa.

Informasi, tata kelola dan praktek usaha yang baik juga sangat diperlukan pada setiap tahapan rantai nilai cottonii. Informasi tentang kondisi perubahan cuaca, pasang surut air laut, curah hujan sangat menentukan keberhasilan budidaya. Informasi ketersediaan bahan baku di sentra industri, harga di tingkat petani, pedagang dan pasar dunia menjadi salah satu kunci untuk menjaga kestabilan harga sehingga tidak ada permainan dan fluktuasi harga tidak terlalu tajam.

Terjadinya krisis cottonii menjadi pengalaman berharga bagi Indonesia ketika harga membumbung tinggi hingga lima kali lipat harga normal pada tahun 2008. Ironisnya, tingginya harga tidak disertai mutu yang tinggi. Semua cottonii yang ada di petani langsung dibeli dan masuk container.

Terjadi panic buying sehingga cottonii yang belum cukup masa panen dan kering juga dibeli. Akhirnya beberapa pabrik olahan dalam negeri tidak berproduksi karena tidak mampu membeli bahan baku. Hampir semua bahan baku disapu spekulan dari China yang merusak pasar cottonii.

Semoga dengan adanya perbaikan rantai nilai yang berkelanjutan, krisis cottonii tidak terjadi lagi. Negeri bahari ini bisa mengejar mimpi tidak hanya menjadi penghasil rumput laut kering terbesar dunia. Idealnya lima tahun lagi, negeri bahari ini bisa mengalahkan Filipina sebagai penghasil dan eksportir olahan cottonii terbesar dunia sehingga menjadi kebanggaan tersendiri negeri ini.

Source data: Prospects for Seaweed Product Development in Global Markets
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 65 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 74 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 76 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 100 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 119 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 107 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 99 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 81 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 85 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 115 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 176 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 202 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 227 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 248 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,452 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin