Untitled Document
Rabu , 17 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Menentukan Lokasi, Kunci Sukses Tanam Cottonii
Senin, 27 Dec 2010 - Sumber: Boedi Julianto - Terbaca 6065 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Salah satu kunci keberhasilan bertanam rumput laut cottonii adalah lokasi tanam. Ternyata, cottonii bisa “bicara” dengan bahasa cinta. Seperti halnya bisnis warung makan, lokasi “hoki” memberi keuntungan tersendiri. Dua kali panen cottonii saja bisa balik modal dalam 4 bulan. Bayangkan berapa laba yang didapat jika bisa panen cottonii 4 – 6 kali setahun? Nah, disinilah seni bisnis cottonii. Carilah lokasi tanam terbaik dengan bertanya langsung pada cottonii.

Mencari lokasi tanam, adalah tahap awal dari bisnis cottonii. Menanam cottonii perlu kecermatan dan keuletan. Ada indikator atau tanda-tanda lokasi yang baik menurut teori budidaya cottonii. Banyak buku referensi dari pakar dunia memberikan berbagai saran untuk menanam cottonii. Diperlukan pengenalan lokasi lokasi tanam dengan pertimbangan fisik dan kimia berikut ini:

1. Lokasi terlindung dari gelombang atau ombak, arus dan angin yang terlalu kuat, pergerakan air (arus) baik, selalu bergejolak (turbulent) tetapi tidak sampai mengakibatkan kerusakan cottonii atau lokasi tanam. Lokasi sebaiknya juga jauh dari muara sungai untuk menghindari masuknya air tawar ketika hujan deras atau banjir yang dapat merusak cottonii.

2. Kecepatan arus 20 – 40 meter / menit sangat baik untuk aerasi dan pertukaran unsur hara. Selain itu pastikan suhu air optimal antara 25° - 30°C dengan fluktuasi harian maksimum 4°C. Suhu tinggi mengakibatkan cottonii pucat kekuningan dan tidak tumbuh baik.

3. Kedalaman air antara 0.5 – 1.5 meter saat air surut dan pasang untuk metode tanam lepas dasar dan antara 2-15 meter untuk metode tanam apung. Hal ini mencegah cottonii kekeringan terkena sinar matahari langsung pada saat surut dan memperoleh penetrasi sinar matahari secara langsung ketika air pasang.

4. Dasar perairan lokasi tanam berlumpur, berpasir atau berkarang akan menentukan konstruksi dan metode tanam cottoni. Dasar perairan terbaik untuk pertumbuhan cottonii adalah yang stabil, terdiri dari patahan karang mati (pecahan karang dan pasir kasar) serta bebas lumpur.

5. Tingkat kecerahan air laut tinggi diperlukan cottonii agar penetrasi cahaya masuk ke dalam air. Intensitas cahaya yang diterima secara sempurna oleh cottonii merupakan faktor utama proses fotosintesis. Kondisi air jernih dengan tingkat transparansi tidak kurang dari 5 meter cukup baik untuk pertumbuhan cottonii.

6. Kadar garam (salinitas) air laut di lokasi tanam cottonii berkisar 28-35 ppt. Penurunan salinitas akibat air tawar yang masuk akan menyebabkan cottonii tumbuh tidak normal.

7. Lokasi tanam cukup makanan berupa makro dan mikro nutrient. Kadar fosfat dan nitrat pada kisaran 0,10-0,20 mg/1 dan 0,01- 0,70 mg/1 menunjukkan tingkat kesuburan lokasi tanam yang baik untuk cottonii.

Referensi pakar dunia dari Dr. Maxwell S. Doty, Arthur C. Neish, Anne Hurtado dan Iain C Neish tersebut sangat penting untuk peneliti dan cottonii farm development. Demikian juga pengalaman lapangan Vicente Alvarez dan Made Simbik dalam budidaya cottonii memberikan warna tersendiri dalam industri rumput laut, terutama cottonii. Bahkan nama latin cottonii sekarang ini Kappaphycus alvarezii, mencomot nama belakang Vicente Alvarez. Petani Filipina ini berjasa membudidayakan rumput laut liar dari alam yang sekarang tumbuh pesat di negeri tropis dan dikenal dengan nama dagang cottonii.

Petani dan masyarakat pesisir yang belum menanam cottonii bisa jadi pusing memikirkan apa yang akan dilakukan dalam mencari lokasi tanam. Bisa dibayangkan betapa susahnya mencari lokasi tanam cottonii dengan pertimbangan fisik dan kimia tersebut diatas. Petani jelas tidak punya alat ukur untuk menentukan kadar air, suhu, kecepatan arus, kedalaman dan kecerahan air serta kadar fosfat dan nitrat untuk menentukan kesuburan lokasi tanam.

Nah ternyata mereka mempunyai cara tersendiri yang sangat praktis dalam penentuan lokasi yaitu bertanya langsung dengan bahasa cinta cottonii. Bahasa yang dipakai sangat mudah. Apa maunya cottonii dan ingin hidup di lokasi tanam seperti apa? Ikuti saja dengan mencari lokasi yang ditumbuhi rumput laut (makro alga). Biasanya lokasi yang ditumbuhi rumput laut liar yang tumbuh alami cocok buat lokasi tanam atau budidaya cottonii.

Selanjutnya lakukan test plot dengan mengikat bibit cottonii pada tali bentang 50 meter, atur jarak tanam satu ikat cottonii dengan lainnya antara 20 – 25 cm. Tancapkan tali bentang di lokasi tanam daerah yang dangkal (metode tanam dasar) atau ikat tali bentang yang berisi cottonii yang tergantung rapi pada tali kapling di lokasi dalam (metode apung). Atur jangkar dan pelampung sehingga tali bentang tidak tenggelam atau berada 10 – 30 cm dari permukaan laut. Jarak tali bentang satu dengan lainnya antara 1 -2 meter agar tali tidak terbelit karena pergerakan arus dan gelombang air laut.

Idealnya ada 10 tali bentang untuk test plot agar bisa dilihat pertumbuhannya selama 6 minggu atau 45 hari. Jika ada cottonii yang dimakan bulu babi, penyu dan ikan, cottonii test plot tidak bakalan habis. Masih ada yang bisa diamati pertumbuhannya. Pengamatan dilakukan setiap minggu sekali. Akan lebih baik lagi kalau setiap hari dilakukan perawatan atau tender loving care (TLC). Tali bentangnya cukup digoyang-goyang. Kotoran dan epifit atau rumput laut liar yang nempel di badan cottonii dan tali bentang berjatuhan sehingga tidak mengganggu pertumbuhan cottonii.

Setelah 6 minggu atau 45 hari kemudian, berat cottonii bisa mencapai 4 – 6 kali dari berat awal (bibit). Artinya cottonii senang hidup di lokasi test plot. Apalagi jika tiap hari ada sentuhan TLC, maka cottonii juga akan membalas cinta petani dengan memberi hasil produksi yang lebih tinggi.

Inilah bahasa cinta cottonii. Langkah berikutnya tinggal membuat kalender musim dengan melakukan cara tanam yang sama pada bulan berbeda untuk mengetahui musim tanam terbaiknya. Selanjutnya tinggal memperbanyak bibit dan tali bentang ketika musim tanam tiba dan memetik hasilnya. Selamat mencoba dan bercinta bersama cottonii.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 53 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 68 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 71 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 96 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 111 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 100 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 95 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 72 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 80 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 107 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 169 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 196 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 220 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 238 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,159 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin