Untitled Document
Rabu , 17 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
No Green Tonik, Yes Cottonii Organik
Kamis, 27 Jan 2011 - Sumber: Boedi SJ - Terbaca 6255 x - Baca: 17 Jun 2026
 
Green Tonik (GT) sempat menjadi polemik dan konflik sosial petani di Kabupaten Sikka. Petani yang mencoba GT, begitu nama bekennya sangat takjub. Pemakaian GT memacu pertumbuhan rumput laut cottonii di kawasan Teluk Maumere. Dalam waktu tiga atau empat minggu, pertumbuhan cottonii dua kali lipat dari pertumbuhan normal. Kecepatan tumbuh dan panen lebih cepat. Petani lebih mendapatkan hasil. Waktu tanam yang biasanya enam sampai tujuh minggu dipersingkat tiga atau empat minggu saja. Luar biasa!

Lima tahun lalu, beberapa petani seperti di Dambila, Permaan telah mulai memakai GT. Setiap pertemuan dan pelatihan petani, GT selalu menjadi bahan diskusi yang berakhir dengan perdebatan. GT seperti yang tertera dalam labelnya adalah pupuk cair (non organic) untuk semua jenis tanaman, mengandung unsur makro: N Total (0,59%), P2O5 (0,57%), K2O (1,570%), SO4 (0.11%), CaO (0,073%), MgO (0,009%) dan unsur mikro : Fe (27,70 ppm), Cu (0,011 ppm), Zn (0,58 ppm), B (0,74 ppm) dan Mo (1.926 ppm). Kehebatan GT waktu itu bisa jadi mirip dengan kasus GT (Gayus Tambunan) saat ini. Setiap hari petani beradu argumentasi dan ngerumpi tentang GT.

Pertama kali memfasilitasi pertemuan dan pelatihan petani tahun 2006, saya lebih banyak mendengar dari petani. Petani yang pro GT menjelaskan kelebihan GT. Pertumbuhan dan panen lebih cepat. Tidak perlu masa tanam empat puluh lima hari sehingga bisa meningkatkan produksi. Pihak yang kontra GT menanggapi sebaliknya. GT merusak mutu cottonii Maumere karena harus panen lebih cepat. Jika tidak dipanen umur dua puluh satu sampai tiga puluh hari, cottonii langsung rontok.

Pengaruh GT menyebabkan cottonii cepat besar. Super cottonii, begitu mereka memberi nama. Sayang, super cottonii harus dipanen sebelum waktunya karena mudah rontok. Jika tidak cepat panen, petani tidak mendapatkan hasil karena cepat rontok. Beda dengan cottonii organik yang tidak memakai GT dan tumbuh alami memerlukan waktu empat puluh lima hari untuk mendapatkan besar yang sama dengan super cottonii. Namun cottonii organik tidak cepat rontok. Yang lebih penting lagi kadar karaginan (tepung rumput laut) sudah terbentuk optimal.

Hanawi, petani yang menjadi guru saya dalam budidaya cottonii menjelaskan hasil pengujian sederhana. Dia pernah minta super cottonii 10 kg dari petani yang menggunakan GT, kemudian dikeringkan dan dibandingkan hasilnya dengan cottonii organik. Perbandingan berat kering dan basah super cottonii rasionya lebih kecil. Sampel 10 kg super cottonii basah menghasilkan kurang dari 1 kg super cottonii kering sedangkan cottonii organik dengan perlakuan yang sama bisa mendapatkan hasil kering lebih dari 1 kg. Kurang lebihnya ada beda sekitar 0.5 kg. Meskipun tak ada catatan, saya percaya pada Hanawi. Dia juga menjelaskan, cottonii organik yang kering lebih ulet dan tidak getas dibandingkan super cottonii.
Saya mendapatkan titik terang dan mengambil kesimpulan pada akhir pertemuan untuk tidak menggunakan GT. Pasti kualitas cottonii kering yang menggunakan GT tidak sebaik cottonii organik. Kadar karaginan yang terkandung dalam super cottonii pasti rendah karena harus panen sebelum waktunya. Sayang waktu itu tidak mendapatkan pupuk GT dan sampel super cottonii kering. Hanawi sudah mencoba mencarikan sebotol GT dari toko dan petani yang memakai GT. Sepertinya mereka menutup diri dan main sembunyi karena khawatir kalau hasil testnya negative.

Pengujian dan laboratory test harus dilakukan. Perlu waktu dan biaya tentunya. Namun secara logika berpikir sederhana, GT tidak ada manfaatnya. Pertama perlakuan pemupukan jelas tidak berguna. Hasil kering super cottonii lebih rendah dari pada cottonii organik. Perendaman memerlukan waktu kerja tambahan dan kerja tidak efisien. Yang lebih penting lagi, kualitas super cottonii bisa menjadi bumerang cottonii Maumere yang sudah terkenal jika hasil test ternyata kadar karaginannya rendah.

GT sudah menjadi obat kuatnya cottonii. Petani melakukan prosesi perendaman bibit cottonii dalam drum dan bak-bak perendaman berisi larutan GT. Setiap pertemuan, saya selalu mendapatkan pertanyaan apakah petani boleh menggunakan GT. Lima kali pertemuan sejak tahun 2006 – 2007, jawaban selalu sama No Green Tonik, Yes Cottonii Organik. Beberapa petani, terutama dari desa Koja Doi sependapat dan melakukan kampanye anti GT. Apalagi setelah mereka melihat suburnya lumut yang tumbuh di lokasi budidaya super cottonii. Satu bukti pencemaran telah terjadi di lokasi tanam.

Sayang, distributor pupuk dan para petani yang ingin mendapatkan keuntungan sesaat tidak dapat dibendung. Para pedagang mendapat insentif dari distributor yang tak kalah gencar berkampanye manfaat GT. Seperti halnya kampanye politik, pencitraan GT berhasil. Super cottonii lebih disukai petani. Lumut yang tumbuh di lokasi tanam dibiarkan dan tak dibersihkan. Suatu saat cottonii akan mati dan lokasi tanam tak menumbuhkan cottonii lagi.
Pengalaman adalah guru terbaik, setelah hampir tiga tahun tidak menghasilkan cottonii, kini Koja Doi dan teluk Maumere bangkit lagi. Cottonii mulai tumbuh dan semua petani berharap mendapatkan manfaat dari budidaya cottonii. Semoga saja teluk Maumere tidak tercemar lagi. No Green Tonik, Yes Cottonii Organik.

 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 53 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 68 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 71 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 96 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 111 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 100 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 95 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 72 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 80 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 107 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 169 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 196 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 220 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 238 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,162 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin