Untitled Document
Sabtu , 13 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Kadar garam naik, produksi rumput laut turun
Sabtu, 29 Oct 2011 - Sumber: nasional.kontan.co.id - Terbaca 6186 x - Baca: 12 Jun 2026
 
Petani rumput laut tengah gundah gulana. Soalnya, bukan hanya harganya turun belakangan ini, produksi mereka juga menurun akibat musim kemarau yang cukup panjang.

I Ketut Lencana Yasa, Ketua Kelompok Tani Rumput Laut Sari Negara, Kabupaten Badung, Bali, menjelaskan, produksi rumput laut petani yang biasanya 200 ton sekali panen kini turun 25% menjadi sekitar 150 ton. "Penurunan produksi tersebut sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu," kata Ketut, akhir pekan lalu. Sekadar catatan, menurut ketut, budidaya rumput laut dari penanaman hingga panen perlu waktu 45 hari.

Penurunan tersebut rupanya terjadi di berbagai sentra rumput laut. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), juga mendata, produksi rumput laut di Brebes anjlok sekitar 50% daripada produksi normal.

Dalam kondisi normal, setiap hektare lahan budidaya rumput laut biasanya menghasilkan 1,5 ton rumput laut kering. Saat ini, produksinya hanya sekitar 750 kg.

Di Pamekasan, Madura, petani rumput laut juga mengaku penghasilannya turun 50% karena merosotnya panen. Biasanya, setiap 100 kilogram (kg) bibit rumput raut menghasilkan 800 kg, tapi kini hanya menghasilkan 40 kg.

Farid Ma\'ruf, Ketua Komisi Rumput Laut Indonesia, menyatakan, cuaca memang telah mempengaruhi dan menurunkan produksi rumput laut. Namun ia belum menghitung berapa total produksi dan penurunan produksi sepanjang Januari-Agustus 2011.

Celakanya, harga rumput laut di tingkat petani juga mengerdil. Penyebabnya, kualitas rumput laut memburuk saat musim kemarau.

Saat kemarau, suhu air dan kadar garam air laut meningkat. "Itu menyebabkan timbulnya gas yang merusak kualitas rumput laut," tandas Victor Nikijuluw, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Akibatnya, harga rumput laut kering yang pada awal tahun ini rata-rata mencapai Rp 18.000 per kg, kini hanya Rp 10.200 per kg, turun sekitar 43%. Bahkan di beberapa sentra rumput laut, harganya bisa jauh lebih rendah.

Contohnya di Ternate, Maluku Utara. Syalahuddin, petani rumput laut di Ternate, bercerita, harga rumput laut kering di pasaran belakangan ini hanya Rp 7.000 per kg, turun 30% dari bulan September lalu yang masih seharga Rp 10.000 per kg. Di tingkat petani, harga rumput laut kering ini hanya Rp 5.000 per kg.

Di Brebes, lebih parah lagi. Bappebti mencatat, harga rumput laut turun dari
Rp 7.000 per kg menjadi
Rp 2.500 kg dalam sebulan terakhir. Di Makassar, Sulawesi Selatan, harga rumput laut jenis Gloria di tingkat pedagang pengumpul turun dari Rp 6.000 per kg menjadi Rp 4.500 per kg dan jenis katonic dari Rp 12.000 per kg menjadi Rp 9.000 per kg.

Selain faktor kualitas, penurunan harga juga karena permainan tengkulak. Pedagang menekan harga rumput laut petani karena khawatir permintaan komoditas ini di Amerika Serikat (AS) dan Eropa akan menyusut gara-gara krisis ekonomi.

Penurunan permintaan dari AS dan Eropa itu bisa menghambat ekspor rumput laut. Saat ini, total volume ekspor rumput laut mencapai 80% total produksi nasional.

Safari Azis, Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), membantah spekulasi itu. Ia bilang, harga turun karena kondisi pasar dan rendahnya kualitas rumput laut. Menurutnya, ekspor rumput laut terganggu karena ada rencana larangan ekspor rumput laut mentah.

Memang, KKP telah menunda larangan ekspor rumput laut mentah dari tahun 2012 menjadi 2013-2014. Namun akibat muncul rencana itu, menurut Safari, importir rumput dari luar negeri melirik rumput laut negara lain, seperti Madagaskar.

Toh, Victor berkeyakinan penurunan produksi dan harga rumput laut ini akan segera berakhir. Sebab berdasarkan ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, musim kemarau segera berakhir dan Oktober ini mulai turun hujan. "Mulai November, produksi dan harga bisa meningkat karena suhu dan kadar garam di pesisir sudah normal," katanya.

 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 32 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 54 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 56 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 80 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 105 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 89 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 88 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 58 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 67 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 100 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 157 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 189 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 216 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 235 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,648,572 Kali
Member JaSuDa 10,762 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin