Untitled Document
Jumat , 10 Juli 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Kemenperin Dukung Penghentian Ekspor Rumput Laut
Selasa, 14 Jan 2014 - Sumber: http://www.kemenperin.go.id - Terbaca 5711 x - Baca: 09 Jul 2026
 
Ambon - Kementerian Perindustrian mendukung penghentian ekspor rumput laut secara bertahap. Pasalnya, hasil rumput laut yang melimpah ruah di negeri ini hanya bisa terserap pasar di dalam negeri sebesar 25% saja, sedangkan sisanya sebanyak 75% diekspor dalam bentuk baihan mentah.

Wakil Menteri Perindustrian, Alex SW Retraubun mengungkapkan, penghentian ekspor rumput laut secara bertahap itu ditujukan agar produk rumput laut dalam negeri bisa bersaing dengan hasil laut dari negara lain. Lebih jauh lagi Alex memaparkan wilayah Ambon dan sekitamya mempunyai potensi alam yang sangat besar untuk menjadi Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan rumput laut, karena budidaya rumput laut itu bisa dipanen sepanjang tahun tanpa mengenal musim.

Data pemerintah menyebutkan, produksi rumput laut nasional 2011 mencapai 4,3 juta ton dan tahun ini ditargetkan meningkat 5,1 juta ton dan diharapkan pada 2014 nanti bisa mencapai 10 juta ton. "Dengan data yang menggembirakan tersebut, diharapkan bisa memacu masyarakat pembudidaya rumput laut untuk memacu produksinya lagi," tegas Alex pada acara Forum Koordinasi Lintas Sektor Kementerian Perindustrian Dengan Dunia Usaha Dan Instansi Terkait, di Ambon, Selasa (29/5).

Di tempat yang sama, Direktur Usaha dan investasi Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementrian Kelautan Dan Perikanan (KKP), Made Artajaya, mengungkapkan hal yang senada. Dia mengatakan, tahun depan pemerintah rencananya akan menghentikan ekspor rumput laut kering secara bertahap, tidak secara langsung. Alasannya karena kalau dihentikan secara langsung akan membuat sulit para pelaku usaha yang bergerak di bidang itu.

Menurut dia, penghentian ekspor rumput laut mentah dilakukan untuk lebih meningkatkan nilai tambah, dan menghidupkan industri rumput laut dalam negeri. Kebijakan ini diharapkan produk kosmetik seperti pemutih (whitening), sabun, dan lainnya diproduksi dalam negeri lalu diekspor.

Made jiiga mengatakan, kebijakan tersebut merupakan stimulus nonfinansial yang luar biasa nilainya. Made mengakui bahwa penghentian ekspor akan diikuti dengan peningkatan produksi melalui dua program. Pertama, minapolitan rumput laut di beberapa daerah. Kedua, Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP) berupa bantuan budidaya rumput laut kepada masyarakat.

Dia lalu menjelaskan, bahwa sejak wacana tersebut dipaparkan di beberapa kesempatan, industri kosmetik di Filipina khawatir. "Karena memang 80% industri besar di Filipina bahan bakunya dari Indonesia," katanya.

Menurut dia, ekspor mentah yang dilakukan selama ini, imbasnya pada nilai produk selalu dimainkan industri diYiegara buyers. Pada tahap awal penyetopan ekspor rumput laut mentah, pemerintah mensinergikan daerah penghasil dan industri. "Kita tahu 80% rumput laut Indonesia dari KTI. Sementara industrinya ada di Jawa Timur. Nanti kita sinergikan sambil membangun industri pengolahan di daerah penghasil," urainya.

Made juga mengatakan, dari total produksi rumput laut yang mencapai 3,9 juta ton setara basah, 80% dari kawasan timur Indonesia. Di Ambon menurut dia, pada 2010 potensi budidaya rumput laut pesisir pantai mencapai 193 ribu hektare ditambah 105 ribu hektare tambak mampu menghasilkan 1,5 it ton rumput laut. "Produksi tersebut terdiri atas jenis cottonii 108 juta ton, 430 ribu ton gracilaria," ucapnya.

Tahun ini, prognosa produksi rumput laut basah mencapai 2,4 jt ton atau naik 24% (setara kenaikan 9 juta ton) dibandingkan produksi tahun lalu.

"Jadi tidak mulukmuluk kalau kita menargetkan pertumbuhan produksi sampai 353% pada 2014. Kalau itu terjadi maka pada 2015 Sulsel jadi produsen terbesar rumput laut didunia,"jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Maluku, Karel Albert Rahahalu, memaparkan produksi rumput laut yang dihasilkan oleh para petani untuk sekali panen setiap bulannya mencapai 504 ton, dengan harga jual Rp7.000 hingga Rp11.000 per kilogram (kering).

"Produksi rumput laut setiap bulan sekitar 504 ton dimana harga per kilogram sangat bervariasi, minimal Rp7.500 per kilo, dan harga maksimal Rp11.000per kilo," kata Karel
 
 
 
More Berita
 
1 . Tak Lagi Dijual Mentah, Rumput Laut Kendal Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi
  Rabu, 08 Jul 2026-https://jateng.jpnn.com/ - Terbaca 25 x
2 . CV Posko Jasuda Lakukan Penyortiran Ulva untuk Memenuhi Permintaan Mitra di Luar Sulawesi
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 22 x
3 . CV Posko Jasuda Wakili Beneficiary UNIDO GQSP Indonesia pada UN MSME Day 2026
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 24 x
4 . DKP Maluku Utara Salurkan 10 Ton Bibit Rumput Laut ke Taliabu, Produksi Diproyeksi Tembus Ribuan Ton
  Jumat, 03 Jul 2026-https://ternate.tribunnews.com/ - Terbaca 53 x
5 . Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang
  Rabu, 24 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 100 x
6 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 85 x
7 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Pe
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 73 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . SWRO untuk Budidaya Rumput Laut: Solusi Air Bersih di Wilayah Pesisir
  Rabu, 08 Jul 2026 - https://www.supplierfilterair.com/ - Terbaca 19 x
2 . Metode Budidaya Rumput Laut yang Tepat Tingkatkan Produktivitas Kappaphycus alvarezii
  Jumat, 03 Jul 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 52 x
3 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 79 x
4 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 146 x
5 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 138 x
6 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 147 x
7 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 226 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,653,947 Kali
Member JaSuDa 10,774 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin