Untitled Document
Minggu , 05 Juli 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Belajar dari Ahli Dunia Tak Seperti Belajar di Laboratorium
Senin, 10 May 2021 - Sumber: www.jasuda.net - Terbaca 5819 x - Baca: 03 Jul 2026
 
Oleh : Boedi JaSuDa

Seminggu setelah Skype dengan Ellen, kembali merumput di laut. Menyusuri komunitas pesisir selatan pulau Sulawesi. Kehidupan masyarakat pesisir dan keindahan laut serta ragam budaya dan tradisi menarik hati.

Sejak bertemu Dr Neish tahun 2005, rasa ingin tau tentang kehidupan pesisir dan rumput laut makin tinggi. Belajar dari ahli rumput laut dunia dan petani tak seperti belajar di laboratorium.

Seringkali kutemukan laporan hasil riset dari laboratorium tak bisa diterapkan langsung di lapangan. Bisa jadi hasil riset tak diuji multi lokasi. Hanya berlaku dua tiga siklus ketika musim tanam bagus langsung publikasi.

Bibit kultur jaringan rumput laut salah satunya. Beberapa kali kutemukan petani hanya mampu menggunakan bibit dua atau tiga siklus tanam. Setiap pergantian musim, bibit kultur jaringan rumput laut sering terkena penyakit, rontok dan hilang disapu gelombang.

Petani membutuhkan bibit yang punya daya tahan tinggi terhadap penyakit. Tetap tumbuh ketika terjadi perubahan musim. Bibit rumput laut yang diperoleh dari alam, hasil budidaya petani punya daya tahan lebih tinggi dari bibit kultur jaringan.

Buktinya bibit rumput laut alam terus tumbuh dan berkembang. Puluhan tahun petani tanam secara turun temurun berkembang dan tetap ada di lokasi yang sama. Kalaupun hilang bisa jadi karena pencemaran lingkungan atau alih fungsi lahan budidaya rumput laut.

Berbeda dengan bibit kultur jaringan. Setelah tiga siklus tanam atau kurang dari setahun bibit sering kali hilang, kurang produktif dan harus diganti bibit kultur jaringan yang baru.

Jika masalah yang dihadapi petani turunnya produktivitas, bisa jadi karena lokasi budidaya densitas atau tingkat kerapatan tanamnya tinggi. Tentu saja rumput lautnya jadi kerdil karena terjadi perebutan nutrisi.

Bisa juga petani menanam dengan bibit yang sudah tua, lambat tumbuhnya. Metode seleksi bibit bisa dilakukan untuk menghasilkan hasil panen yang tinggi.

Menanam di lokasi baru juga salah satu solusi jika ingin meningkatkan produksi rumput laut. Masih banyak lokasi yang bisa ditanami dan membuka lapangan kerja serta penghasilan baru bagi masyarakat pesisir.

Bibit kultur jaringan sangat bermanfaat jika bisa ditanam sepanjang tahun. Jika hanya ingin mendapatkan bibit yang produksi dan kadar karagenan tinggi, lebih baik menanam dan menumbuhkan rumput laut alam di lokasi yang baru. Lautan yang layak dijadikan lokasi budidaya rumput laut masih terbentang luas dari Sabang, Miangas dan Merauke.

Entah apa sebabnya bibit rumput laut alam yang dihasilkan petani ingin digantikan dengan bibit kultur jaringan. Bukankah pertumbuhan alami jadi dasar pertanian yang berkelanjutan?

Menjaga lingkungan pesisir dari pencemaran, lebih dibutuhkan petani dari pada bibit kultur jaringan. Regulasi dan proteksi lokasi budidaya dari alih fungsi lahan sangat penting. Jika tidak ada proteksi dan regulasi, budidaya rumput laut hanya tinggal cerita.

Petani sudah bisa produksi bibit sendiri dan mendapatkan hasil dari jual beli bibit rumput laut dari dulu hingga kini. Rumput laut tetap berkembang dan tumbuh subur. Namun jika lahan budidaya digusur dan beralih fungsi, tidak ada petani yang mampu bertahan.

Bibit kultur jaringan unggul yang ditanam juga tak tumbuh karena tergusur. Tak ada budidaya rumput laut lagi dan produksi turun drastis, seperti yang terjadi di beberapa daerah di Bali, Koja Doi, Tablolong dan beberapa lokasi lain.

Kembalilah ke alam, proteksi lahan rumput laut dan jaga kelestariannya. Niscaya jenis rumput laut seperti, "kulit buaya, bludru, tambalang" takkan hilang.

Kembalikan rumput laut yang hilang dan cegah pencemaran lingkungan. Menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem laut menjadi dasar budidaya rumput laut berkelanjutan.
 
 
 
More Berita
 
1 . DKP Maluku Utara Salurkan 10 Ton Bibit Rumput Laut ke Taliabu, Produksi Diproyeksi Tembus Ribuan Ton
  Jumat, 03 Jul 2026-https://ternate.tribunnews.com/ - Terbaca 27 x
2 . Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang
  Rabu, 24 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 83 x
3 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 70 x
4 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Pe
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 59 x
5 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 101 x
6 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 111 x
7 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 108 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Metode Budidaya Rumput Laut yang Tepat Tingkatkan Produktivitas Kappaphycus alvarezii
  Jumat, 03 Jul 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 23 x
2 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 62 x
3 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 134 x
4 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 125 x
5 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 137 x
6 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 216 x
7 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 237 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,652,851 Kali
Member JaSuDa 10,770 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin