Untitled Document
Jumat , 03 Juli 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Segarnya Budidaya Rumput Laut, Panen Per 1,5 Bulan Hasilkan Rp 30 Juta
Senin, 10 Oct 2022 - Sumber: https://finance.detik.com - Terbaca 5872 x - Baca: 03 Jul 2026
 
Jajaran rumah semi permanen dengan tembok kayu beratapkan daun kelapa berjajar di area pesisir pantai Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Rumah-rumah tersebut merupakan tempat tinggal para warga yang melakukan 'tnyafar'.
Tnyafar merupakan istilah dari budaya menetap warga Desa Adaut yang sudah berlangsung sejak berpuluh tahun. Mayoritas warga yang melakukan tnyafar berprofesi sebagai nelayan atau petani rumput laut.

Para warga melakukan budidaya rumput laut-yang mereka sebut agar-agar-di sepanjang garis pantai dekat tempat tinggalnya. Rumput laut yang sudah dipanen lantas dikeringkan di atas tempat berbentuk seperti dipan berukuran besar.

Syarifudin, salah satu penduduk area tnyafar mengatakan budidaya rumput laut menjadi mata pencaharian utama warga di sana. Penghasilan yang diperoleh tergolong cukup untuk menghidupi keluarga.

Pria asli Buton, Sulawesi Selatan itu mengaku baru 5 tahun melakukan tnyafar di Adaut. Tepatnya pada tahun 2017 setelah menikah dengan istrinya yang merupakan warga asli Adaut.

Kepada detikcom, Syarifudin menyatakan budidaya rumput laut memiliki prospek yang cerah. Ia mengungkapkan dalam 1 atau 2 tahun ke belakang harganya terus menanjak.

Di pertengahan 2022, kata Syarifudin, harga rumput laut kering berkisar Rp 27 ribu per kilogram. Harga tersebut menurutnya sudah cukup besar.

"Rumput laut ini kayanya bakal bagus pak, Sekarang ini (harga Rp) 27 (ribu) tapi saya dengar dengar mau naik lagi," cetus Syarifudin saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Syarifudin dan warga lain di Adaut melakukan budidaya rumput laut dengan metode tali bentang. Bibit rumput laut diikatkan pada tali sepanjang sekitar 25 meter, lalu dilepas ke perairan.

Syarifudin menjelaskan umumnya rumput laut bisa dipanen dalam waktu 1,5-2 bulan. Ia menjabarkan dari 1 tali bisa diperoleh 20-40 kilogram rumput laut kering.

"Rata-rata kalau bibit bagus bisa dapat 700-800 kg. Saya punya ada 40 tali. Itu sudah kering. Ada juga sampai 1 ton lebih. Dijual harga Rp 27 ribu itu pun belum harga sebenarnya, kadang dia naik kadang dia turun," papar Syarifudin.

Ia mengungkapkan jika harga stabil di angka Rp 27-30 ribu, ia bisa mengantongi Rp 20 jutaan sekali panen. Sejauh ini, harga tertinggi yang pernah didapatkannya Rp 38 ribu.

"Penghasilan (dari panen) kadang 20 jutaan (rupiah) itu harga standar. Saya pernah (jual) harga 38 (ribu rupiah). Penghasilan 20 (juta rupiah) lebih hampir 30 (juta rupiah)," tutur Syarifudin.

Hal senada diungkapkan petani rumput laut lainnya, Beatrix Srue. Wanita yang sebelumnya berjualan makanan ini memilih fokus menjadi pembudidaya rumput laut karena penghasilannya menjanjikan.

Beatrix menuturkan sekali panen dia bisa memperoleh 300-400 kilogram rumput laut kering. Nominal Rp 10-15 juta dapat dikantongi Beatrix setiap kali panen.

"Sekali panen 300-400 kg kalau tidak ada gangguan atau hama. kalau harga stabil bisa dapat 10-15 juta (rupiah) sekali panen. Harga (sempat) 39 ribu (rupiah), sekarang turun ke 27 ribu (rupiah). Tahun-tahun kemarin masih Rp 10.000," papar Beatrix.

Beatrix bercerita, awalnya untuk modal budidaya rumput laut ia mengajukan kredit ke bank. Ia pun mendapatkan pinjaman Rp 5 juta dari KUPEDES BRI.

"Ambil Kupedes pertama Rp 5 juta tahun 2017 awal pindah Tnyafar. Setelah itu ambil pinjam Rp 30 juta. Untuk modal beli tali, induk dan anakan rumput laut, beli bibit," ungkap Beatrix.

Beatrix menyatakan fasilitas kredit BRI membantu petani seperti dirinya. Dari uang kredit itu, mereka bisa melakukan budidaya dan mendapatkan penghasilan cukup besar secara berkelanjutan.

"Karena kalau kita pinjam, kita bisa beli bibit dan tali. Tapi kalau tidak ada uang kan, tidak bisa," ujar Beatrix.
 
 
 
More Berita
 
1 . DKP Maluku Utara Salurkan 10 Ton Bibit Rumput Laut ke Taliabu, Produksi Diproyeksi Tembus Ribuan Ton
  Jumat, 03 Jul 2026-https://ternate.tribunnews.com/ - Terbaca 15 x
2 . Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang
  Rabu, 24 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 79 x
3 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 64 x
4 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Pe
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 56 x
5 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 98 x
6 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 107 x
7 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 105 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Metode Budidaya Rumput Laut yang Tepat Tingkatkan Produktivitas Kappaphycus alvarezii
  Jumat, 03 Jul 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 14 x
2 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 59 x
3 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 129 x
4 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 117 x
5 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 134 x
6 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 209 x
7 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 234 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,652,497 Kali
Member JaSuDa 10,770 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin